Beritaonline.co - Pemerintah India secara resmi menyusun ulang Dewan Pusat Sertifikasi Film (CBFC), lembaga yang berwenang memberikan izin tayang bagi seluruh karya sinematografis di negeri tersebut.
Sebanyak 18 anggota baru telah ditetapkan untuk mengemban tugas selama masa jabatan tiga tahun ke depan.
Keputusan ini diambil berdasarkan ketentuan Undang-Undang Sinematograf 1952 sekaligus Aturan Sertifikasi 2024, guna memperbarui susunan kepengurusan yang terakhir kali dibentuk pada tahun 2017 silam.
Pembaruan ini menandai babak baru bagi lembaga yang selama ini kerap menjadi sasaran kritik tajam.
Jajaran dewan yang baru diisi oleh sejumlah nama besar dan tokoh yang dihormati di dunia hiburan India.
Di antara mereka adalah aktor senior Suniel Shetty, aktris Preity Zinta, serta aktor yang dikenal dengan peran-peran berkarakter, Pankaj Tripathi.
Selain itu, bergabung pula aktor Manoj Joshi, bintang sinema Benggala Prosenjit Chatterjee, aktris serial ternama Rupali Ganguly, sutradara kawakan Priyadarshan, hingga musisi pemenang penghargaan internasional, Ricky Kej.
Kehadiran nama-nama yang dikenal luas oleh masyarakat ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga yang sempat terjerat berbagai kontroversi.
Langkah pembenahan ini dinilai sangat mendesak dan sudah lama ditunggu pelaku industri perfilman.
Selama beberapa tahun terakhir, CBFC kerap menuai kritik terkait kinerjanya yang dianggap lambat, tidak konsisten, dan berlebihan dalam menyensor karya-karya sineas.
Banyak pembuat film mengeluhkan proses penilaian yang berlarut-larut, yang menyebabkan penundaan jadwal penayangan dan kerugian materiil maupun waktu.
Tak hanya itu, tuntutan pemotongan adegan yang jumlahnya kadang mencapai ratusan kali dianggap tidak proporsional dan mengancam kebebasan berkarya para kreator.
Kondisi tersebut makin memburuk karena susunan dewan lama yang sudah tidak lengkap dan melewati masa jabatannya, sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lambat dan tidak efisien.
Salah satu kasus yang paling menonjol dan menjadi sorotan publik adalah perjalanan sulit film berjudul Satluj (Punjab 95) yang dibintangi penyanyi sekaligus aktor populer Diljit Dosanjh.
Sejak diajukan untuk mendapatkan izin tayang pada tahun 2022, film ini terkendala selama hampir tiga tahun.
Badan sensor pada saat itu meminta tidak kurang dari 127 pemotongan adegan sebelum film tersebut boleh ditayangkan. Setelah perdebatan yang panjang, film ini akhirnya ditayangkan di platform digital ZEE5 pada bulan Juli lalu tanpa melalui pemotongan sesuai tuntutan awal.
Namun, keputusan tersebut tidak bertahan lama — film itu ditarik kembali dari penayangan di wilayah India hanya dalam kurun waktu 48 jam, memicu keributan dan kekhawatan di kalangan sineas akan ketidakpastian proses sertifikasi.
Kini, dengan hadirnya para insan kreatif yang berpengalaman langsung di jajaran pimpinan CBFC, harapan mulai tumbuh kembali.
Masyarakat dan pelaku industri percaya bahwa pemahaman mendalam para anggota baru terhadap seluk-beluk dunia seni dan perfilman akan membawa perubahan yang nyata.
Proses sertifikasi ke depan diharapkan dapat berjalan lebih transparan, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta mampu menyeimbangkan ketaatan terhadap peraturan yang berlaku dengan perlindungan terhadap kebebasan berekspresi dan berkarya.***