Video musik “Dirty Work” pertama kali dirilis pada 27 Juni 2025 pukul 13.00 KST.
Baca Juga: Dari Dokumen sampai Ruang Rahasia, Kejagung Ungkap Babak Baru Kasus TPL Rp2 Triliun
Dari tanggal perilisan tersebut hingga 30 Oktober 2026, video musik ini membutuhkan waktu sekitar satu tahun empat bulan untuk mencapai 100 juta penayangan.
Pencapaian itu menjadi perkembangan baru dalam catatan perjalanan musik aespa di platform digital.
Bagi sebuah grup musik, jumlah penayangan video musik dapat terus bertambah seiring karya tersebut ditemukan oleh penonton baru dan kembali dinikmati oleh penggemar lama.
Baca Juga: Bukan Sekadar Ramai di Medsos, Kasus Betrand Peto Kini Naik Penyidikan
YouTube juga memungkinkan penggemar dari berbagai negara untuk mengakses video musik yang sama, sehingga sebuah karya dapat menjangkau audiens lintas wilayah.
Dalam konteks K-pop, platform digital menjadi salah satu sarana penting untuk memperkenalkan lagu, konsep visual, dan identitas musik sebuah grup kepada publik internasional.
Namun, angka penayangan tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya ukuran popularitas atau kesuksesan sebuah lagu.
Baca Juga: Bukan Sekadar Ramai di Medsos, Kasus Betrand Peto Kini Naik Penyidikan
Pencapaian musik juga dapat dilihat dari berbagai aspek lain, seperti tanggapan pendengar, performa di tangga lagu, penjualan, dan dampak karya terhadap perkembangan karier artis.
Meski demikian, keberhasilan “Dirty Work” mencapai 100 juta penayangan tetap menjadi tonggak yang layak dicatat dalam perjalanan aespa.
Dengan bertambahnya jumlah video musik yang meraih angka tersebut, aespa kini memiliki 10 MV dalam daftar pencapaian 100 juta views.
Baca Juga: Presiden Prabowo Beri Taklimat kepada 800 Perwira Tinggi TNI-Polri di Istana
Prestasi terbaru ini melanjutkan catatan digital grup tersebut dan memberikan momen perayaan baru bagi para penggemarnya.***