Baca Juga: Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Tak Diterima MK, Status Cawapres Pemilu 2024 Tetap
Turut serta dalam rombongan tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.
Penguatan agenda ilirisasi tersebut berlangsung setelah pemerintah melakukan penataan koordinasi di bidanhg hilirisasi dan transisi energi.
Bahlil Lahadalia sebelumnya dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM pada Kamis (1/10).
Dalam kesempatan setelah pelantikan, Bahlil mengatakan kementerian koordinator yang dipimpinnya dibentuk untuk memperkuat konsolidasi program hilirisasi dan transisi energi.
Baca Juga: Wisata Alam Malang Memikat Wisatawan Belanda, Skyland dan Air Terjun Lanang Jadi Pilihan
Menurutnya, kedua agenda tersebut merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo.
Kementerian yang dipimpin Bahlil akan menjalankan fungsi koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
Salah satunya adalah koordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi untuk mempercepat pelaksanaan program hilirisasi.
Pemerintah menargetkan koordinasi tersebut dapat membuat pelaksanaan program berjalan lebih cepat dan terarah.
Pengembangan proyek industri di berbagai kawasan diharapkan dapat memperkuat kapasitas pengolahan sumber daya alam sekaligus membuka peluang pengembangan industri baru.
Dengan nilai program mencapai 10,2 miliar dolar AS, peluncuran 11 proyek di Halmahera Tengah menjadi salah satu agenda penting pemerintah dalam mendorong hilirisasi.
Ekspor perdana baterai kendaraan listrik juga menandai perkembangan industri yang berkaitan dengan transisi menuju energi dan transportasi yang lebih berkelanjutan.***