Beritaonline.co - Kalau biasanya yang bikin bangga saat traveling adalah koper baru atau foto di depan landmark terkenal, kali ini paspor Malaysia yang boleh sedikit naik kelas.
Paspor Malaysia berhasil menempati peringkat kedua dalam Passport Index Global Ranking 2026, sekaligus masuk jajaran paspor dengan mobilitas terkuat di dunia.
Malaysia berada di posisi yang sama dengan Singapura.
Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) menempati posisi pertama dengan Mobility Score 182.
Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi MBG Masuk Babak Baru, 6 Tersangka Segera Disidang
Artinya, kalau urusan jalan-jalan ke luar negeri, paspor juga ternyata punya kasta.
Ada yang tinggal siapin koper, ada yang masih harus buka laptop buat cek persyaratan visa. Namanya juga dunia traveling, paspor pun punya “CV”.
Pencapaian Malaysia ini cukup menarik karena pada pemeringkatan sebelumnya, paspor Negeri Jiran tersebut berada di posisi ketiga. Tahun ini naik satu tingkat menjadi peringkat kedua.
Menurut Departemen Imigrasi Malaysia, pemegang paspor Malaysia memiliki akses ke 175 destinasi, terdiri atas 129 destinasi bebas visa dan 46 destinasi yang menyediakan visa on arrival. Sebanyak 23 destinasi lainnya masih memerlukan visa.
Dengan angka tersebut, Mobility Score paspor Malaysia mencapai 175.
Baca Juga: Zaman Makin Canggih, Tawuran Diduga Dimobilisasi Lewat Instagram, 3 Pelajar Diperiksa Polisi
Jadi, pemegang paspor Malaysia bisa punya pilihan destinasi yang cukup banyak tanpa harus terlebih dahulu mengurus visa untuk sejumlah negara.
Malaysia tidak sendirian. Singapura juga berada di posisi kedua dengan Mobility Score yang sama, yakni 175.
Namun, komposisinya berbeda. Singapura tercatat memiliki akses ke 140 destinasi bebas visa dan 35 destinasi dengan visa on arrival.
Artikel Terkait
AS Warning Warganya: Jangan ke Iran, yang Masih di Sana Diminta Segera Pergi
AS Tegaskan Siap Bela Jepang dan Korea Selatan, Termasuk dengan Senjata Nuklir
Somalia Lagi Krisis Pangan, 5,4 Juta Warga Diprediksi Kelaparan
Iran Peringatkan Konflik AS-Israel Bisa Meluas, Samudera Hindia Ikut Disebut
Minyak Rusia Makin Susah Dikepoin, Putin Batasi Data Harga hingga Rute Ekspor