Beritaonline.co - Amerika Serikat (AS) kembali menegaskan komitmennya untuk membela Jepang dan Korea Selatan dengan seluruh kemampuan pertahanan yang dimiliki, termasuk kemampuan nuklir.
Penegasan tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama para menteri luar negeri AS, Jepang, dan Korea Selatan usai pertemuan trilateral yang berlangsung di sela-sela Pekan Tingkat Tinggi Majelis Umum PBB di New York, Senin (21/9).
Pertemuan tersebut dihadiri Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, serta Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun.
Baca Juga: Jangan Asal Bilang Bebas, Bang! Bechi Keluar dengan Status Bersyarat
Dalam dokumen yang diterbitkan Departemen Luar Negeri AS, Washington menegaskan kembali komitmennya terhadap pertahanan Jepang dan Republik Korea.
Komitmen tersebut didukung kekuatan militer AS, termasuk kemampuan nuklir, sebagai bagian dari kebijakan pencegahan yang diperluas bagi kedua negara.
Ketiga negara juga menegaskan pentingnya kerja sama keamanan yang kuat untuk menjaga stabilitas kawasan.
Dalam pertemuan tersebut, ketiga menteri luar negeri turut menegaskan komitmen terhadap denuklirisasi penuh Korea Utara.
Baca Juga: Tim SAR Temukan 3 Jasad Korban KM Virgo Transport 8 di Perairan Masalembo
Mereka juga menyerukan penghentian berbagai sumber pendanaan yang mendukung program nuklir dan rudal Korea Utara, termasuk pendanaan yang berasal dari aktivitas siber.
Meski begitu, ketiga negara menyatakan bahwa jalan menuju dialog masih terbuka. Mereka mendorong Korea Utara untuk kembali ke meja perundingan demi mendukung stabilitas dan keamanan di Semenanjung Korea.
Selain isu keamanan, AS, Jepang, dan Korea Selatan juga sepakat memperkuat kerja sama di bidang ekonomi dan teknologi.
Beberapa agenda yang dibahas mencakup penanganan tekanan ekonomi, penguatan sistem peringatan dini terhadap gangguan rantai pasok, kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor, hingga pengembangan reaktor nuklir modular kecil di pasar negara ketiga.
Dengan pertemuan tersebut, ketiga negara kembali menunjukkan upaya memperkuat koordinasi keamanan, ekonomi, dan teknologi di tengah dinamika geopolitik kawasan Asia Timur.***
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Artikel Terkait
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Selasa, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan dan Gelombang Tinggi
Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Arosuka, Petugas Masih Lakukan Evakuasi dan Pendataan
Hati-hati! Tramadol Dijual Bebas Lewat Media Sosial, Ini Risikonya
Tim SAR Temukan 3 Jasad Korban KM Virgo Transport 8 di Perairan Masalembo
Jangan Asal Bilang Bebas, Bang! Bechi Keluar dengan Status Bersyarat