Beritaonline.co - Iran lagi-lagi ngasih peringatan. Kalo perang lanjutan sama Amerika Serikat (AS) beneran pecah, urusannya bisa melebar ke mana-mana, bahkan berpotensi nyampe ke Samudera Hindia.
Jadi begini ceritanya. Konflik antara Iran dan AS sampai sekarang belom keliatan tanda-tanda mau beres.
Bukannya adem, dampaknya malah udah nyenggol kawasan lain, termasuk Yaman, Arab Saudi, sampe wilayah Laut Merah.
Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi, penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, bilang pihaknya udah nyiapin berbagai skenario buat ngadepin kemungkinan perang lanjutan.
Baca Juga: Jangan Main Pungli, Bisa Terjerat Hukum dan Bikin Urusan Panjang
Menurut Safavi, kalo serangan dari AS dan Israel berlanjut, dampaknya bukan cuma perkara dua negara doang.
Bisa-bisa wilayah konflik makin melebar. Nah, ini yang bikin situasi makin ruwet, kayak benang kusut kena angin.
"Kami tidak tahu apa yang ada dalam benak (Presiden AS Donald) Trump dan (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu," ujar Safavi kepada kantor berita Fars, dikutip Jumat (25/9/2026).
Safavi mengatakan, angkatan bersenjata Iran udah nyusun rencana buat menghadapi berbagai kemungkinan.
Baca Juga: Sertifikasi Halal Wajib Berlaku, UMK Didorong Jangan Takut Ribet
Termasuk skenario terburuk apabila AS dan Israel kembali menyerang fasilitas atau kepentingan nasional Iran.
Intinya, Iran bilang mereka siap menghadapi kemungkinan terburuk.
Kalo perang beneran melebar, persoalannya tentu bukan cuma soal Iran dan AS lagi. Jalur laut, negara-negara sekitar, dan kepentingan kawasan bisa ikut kena imbasnya.
Jadi, situasinya sekarang masih panas. Belom ada tanda-tanda kompor mau dimatiin—malah semua pihak masih sibuk nyiapin tutup panci masing-masing.***