Beritaidn.com - Siswa sekolah menengah di Prancis kembali menggelar aksi blokade terhadap sejumlah institusi pendidikan pada awal November 2026.
Aksi tersebut berlangsung di beberapa kota, termasuk Paris, Lyon, Rennes, Marseille, dan Ivry-sur-Seine, setelah ketua serikat sekolah menengah Pierre Sourzat menyerukan mobilisasi pada awal pekan.
Menurut laporan yang beredar pada Senin, sejumlah sekolah telah menjadi sasaran blokade oleh para siswa. Salah satunya adalah Lycée Hélène Boucher di Paris.
Baca Juga: Perayaan Halloween di AS Diwarnai Rentetan Penembakan, 76 Orang Tewas dan 201 Terluka
Selain itu, aksi serupa dilaporkan berlangsung di sejumlah institusi pendidikan di kota-kota lain, menandakan bahwa gerakan protes tidak hanya terpusat di ibu kota Prancis.
Pada 1 November, Pierre Sourzat menyerukan agar para siswa memulai aksi blokade terhadap institusi pendidikan pada Senin.
Ia juga mengumumkan sejumlah kegiatan protes yang direncanakan berlangsung sepanjang awal pekan. Menurut seruannya, puncak aksi blokade diperkirakan terjadi mulai Selasa dan berlanjut setelahnya.
Baca Juga: Mendiktisaintek Perkuat Peran Kampus dalam Pengembangan Chip Merah Putih
Di Paris dan Marseille, para siswa dilaporkan menggunakan tempat sampah untuk membuat barikade di pintu masuk gedung sekolah.
Tindakan tersebut dilakukan untuk menghalangi akses ke sejumlah institusi pendidikan sebagai bagian dari aksi protes.
Meski demikian, informasi yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci jumlah sekolah yang terdampak maupun berapa banyak siswa yang terlibat dalam gelombang terbaru ini.
Baca Juga: Waduh! Polisi Ngevape Bisa Kena Semprit, Bahkan di Luar Dinas!
Aksi blokade tersebut merupakan bagian dari rangkaian demonstrasi yang telah berlangsung sejak pertengahan September 2026.
Pada awalnya, siswa sekolah menengah atas dan mahasiswa turun ke jalan di kawasan pinggiran Paris untuk menyuarakan tuntutan mengenai perbaikan sistem pendidikan dan kondisi sekolah.