internasional

Email Ancaman Bom Gegerkan Italia, Tim Penjinak Bom Periksa Sejumlah Sekolah di Roma

Selasa, 3 November 2026 | 09:24 WIB
Email Ancaman Bom Gegerkan Italia, Tim Penjinak Bom Periksa Sejumlah Sekolah di Roma (ilustrasi)

Pihak sekolah tidak menunggu sampai situasi semakin berkembang sebelum melaporkan kejadian kepada aparat keamanan.

Baca Juga: Ubed Bidik Hasil Maksimal di Korea Open 2026, Meski Kondisi Fisik Belum Pulih

Fucile juga menjelaskan bahwa pesan yang sama dikirimkan kepada 271 sekolah di Italia.

Email tersebut bahkan mencantumkan daftar nama lembaga pendidikan yang menjadi sasaran.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa ancaman tidak hanya ditujukan kepada satu lokasi, melainkan disebarkan secara massal.

Baca Juga: Berubah dari Gaya Punk Rock Jadi Santa Claus, Mariah Carey Sambut Natal dengan Cara Unik

Setelah menerima laporan, aparat penegak hukum mulai melakukan penanganan. Salah satu unit yang dilibatkan adalah Kepolisian Pos dan Komunikasi, lembaga di bawah Kementerian Dalam Negeri Italia yang menangani persoalan komunikasi dan ancaman siber.

Di Roma, pemeriksaan dilakukan oleh tim penjinak bom bersama unit anjing pelacak yang terlatih untuk mendeteksi bahan peledak.

Keterlibatan personel khusus tersebut bertujuan memastikan setiap lokasi yang menerima ancaman telah diperiksa secara menyeluruh.

Baca Juga: Mendiktisaintek Perkuat Peran Kampus dalam Pengembangan Chip Merah Putih

Pemeriksaan awal terhadap delapan sekolah di Roma tidak menemukan benda mencurigakan. Tim penjinak bom dan anjing pelacak tidak mendeteksi adanya bahan peledak sebagaimana yang disebutkan dalam email.

Hasil tersebut menjadi perkembangan penting dalam penanganan ancaman yang membuat sejumlah sekolah harus meningkatkan kewaspadaan.

Namun, tidak ditemukannya benda berbahaya pada pemeriksaan awal tidak serta-merta membuat seluruh proses penanganan dihentikan.

Baca Juga: Kemendikdasmen dan BGN Perkuat Pelaksanaan MBG, Penerima Manfaat Terintegrasi Dapodik

Pemeriksaan keamanan dilaporkan masih berlangsung. Ancaman yang dikirimkan secara serentak itu sejauh ini diduga merupakan alarm palsu, meskipun aparat tetap perlu memastikan kondisi setiap lokasi yang menjadi sasaran.

Halaman:

Tags

Terkini