Beritaidn.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan situasi kemanusiaan di Kota Taiz, Yaman, semakin mengkhawatirkan akibat pertempuran yang menyebabkan seluruh akses jalan menuju kota tersebut ditutup.
Kondisi ini menghambat masuknya pasokan komersial sekaligus memperburuk akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar dan layanan kesehatan.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menyampaikan bahwa penutupan jalur menuju Taiz telah menimbulkan dampak serius bagi kehidupan masyarakat.
Tidak adanya pasokan yang dapat masuk membuat situasi warga semakin sulit, terutama mereka yang membutuhkan bantuan medis dan kebutuhan pokok.
"Situasi di Kota Taiz sangat mengkhawatirkan. Seluruh jalan menuju kota tersebut kini ditutup akibat pertempuran. Tidak ada pasokan komersial yang dapat masuk," kata Dujarric dalam konferensi pers, Senin (2/11).
Menurut Dujarric, hampir 250.000 warga Yaman saat ini tidak memiliki akses terhadap layanan kesehatan.
Jumlah tersebut mencakup sekitar 186.000 anak berusia di bawah lima tahun dan 23.000 perempuan hamil.
Keterbatasan akses kesehatan menjadi persoalan serius, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan penanganan medis secara rutin maupun darurat.
Anak-anak dan perempuan hamil termasuk kelompok rentan yang memerlukan pelayanan kesehatan memadai untuk mencegah kondisi kesehatan semakin memburuk.
Penutupan seluruh jalan menuju Taiz juga menghambat distribusi pasokan komersial.
Akibatnya, masyarakat menghadapi kesulitan memperoleh berbagai kebutuhan yang diperlukan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.
Pada 16 Oktober, laporan Financial Times menyebut kelompok Houthi telah mengepung Taiz, yang merupakan kota terbesar ketiga di Yaman.