Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan pada Rabu, 4 November, bahwa pola pengamanan demonstrasi Kamis akan sama dengan pengamanan yang diterapkan pada aksi Sabtu, 31 Oktober.
Baca Juga: Menjelajahi Keindahan Bawah Laut Pulau Rubiah, Surga Snorkeling di Sabang
Pemerintah mengerahkan berbagai perlengkapan keamanan untuk menjaga situasi tetap terkendali.
Sebanyak 26 kendaraan lapis baja dan sekitar 15 kendaraan meriam air disiapkan untuk mendukung pengamanan.
Selain itu, helikopter dan pesawat nirawak juga dikerahkan untuk membantu pemantauan situasi selama demonstrasi berlangsung.
Baca Juga: Ada Apa Ini? Prabowo Minta Kapolri Cari Si Tukang Sadap
Sejumlah unit kepolisian khusus, termasuk BRI, RAID, dan GIGN, turut dilibatkan dalam pengamanan.
Nunez menjelaskan bahwa pengerahan personel dan perlengkapan tersebut bertujuan menyediakan jalur demonstrasi yang lebih aman sekaligus menghindari kawasan sensitif, terutama di pusat kota.
Di Paris, pengadilan administratif telah menyetujui rute demonstrasi yang diusulkan kepolisian kota.
Rute tersebut dimulai dari Place de la Republique dan berakhir di Place de la Nation.
Keputusan itu diambil setelah penyelenggara demonstrasi sebelumnya mengajukan keberatan terhadap rute yang ditentukan aparat.
Serikat pekerja dan organisasi pelajar awalnya mengusulkan perjalanan dari Place de la Bastille menuju Place de la Concorde, dekat gedung Majelis Nasional.
Namun, kepolisian melarang rute tersebut karena meningkatnya ketegangan sosial dan kerusuhan yang terjadi dalam demonstrasi pada 17 Oktober.
Selain pengamanan, aksi mogok kerja juga diperkirakan memengaruhi aktivitas transportasi di berbagai wilayah Prancis.
Operator kereta nasional SNCF memperingatkan adanya gangguan sedang hingga berat pada layanan kereta regional dan sejumlah jalur komuter di sekitar Paris.