Kamis, 5 November 2026

780 Ribu Orang Diperkirakan Turun ke Jalan, Prancis Siagakan 70 Ribu Personel Keamanan

Photo Author
Glowor, Beritaidn.com
- Kamis, 5 November 2026 | 20:37 WIB
780 Ribu Orang Diperkirakan Turun ke Jalan, Prancis Siagakan 70 Ribu Personel Keamanan (ilustrasi)
780 Ribu Orang Diperkirakan Turun ke Jalan, Prancis Siagakan 70 Ribu Personel Keamanan (ilustrasi)

Beritaidn.com - Gelombang demonstrasi di Prancis kembali meningkat setelah sekitar 780.000 orang diperkirakan mengikuti aksi unjuk rasa lanjutan pada Kamis.

Aksi tersebut digelar di berbagai wilayah negara itu sebagai bentuk protes terhadap tingginya biaya hidup dan tuntutan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Besarnya jumlah peserta membuat pemerintah Prancis meningkatkan pengamanan dengan mengerahkan sekitar 70.000 personel kepolisian dan gendarmerie.

Baca Juga: Abdul El-Sayed Cetak Sejarah, Muslim Pertama yang Terpilih Menjadi Senator AS

Pengerahan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama berlangsungnya demonstrasi, terutama di kawasan perkotaan yang diperkirakan menjadi pusat konsentrasi massa.

Menurut laporan media lokal, kelompok yang terdiri atas berbagai serikat pekerja memperkirakan sekitar 500.000 hingga 700.000 orang akan mengikuti demonstrasi di luar Paris.

Sementara itu, sekitar 40.000 hingga 80.000 demonstran lainnya diperkirakan menyampaikan aspirasi di ibu kota Prancis tersebut.

Baca Juga: Layani 45 Ribu Siswa, Pemerintah Targetkan Sekolah Rakyat Hadir di Setiap Kabupaten dan Kota

Aksi unjuk rasa ini melibatkan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pekerja, pegawai negeri, pensiunan, hingga anggota Gerakan Rompi Kuning.

Selain itu, para siswa sekolah menengah atas dan mahasiswa juga diperkirakan bergabung dalam demonstrasi tersebut.

Mereka membawa sejumlah tuntutan, terutama mengenai kenaikan upah dan penerapan kebijakan yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

Baca Juga: KPAI Dorong Sekolah Rakyat Lebih Inklusif bagi Anak Penyandang Disabilitas

Gelombang protes mahasiswa di Prancis sendiri telah berlangsung sejak pertengahan September.

Meningkatnya jumlah peserta demonstrasi membuat pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap pengamanan di sejumlah wilayah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Glowor

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X