Beritaonline.co - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghapus persoalan kelaparan, kekurangan gizi, dan kemiskinan di Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Pesantren Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan bahwa mandat yang diterimanya dari rakyat menjadi dorongan untuk memastikan tidak ada masyarakat Indonesia yang hidup dalam kondisi kelaparan.
"Karena itu, saya menerima mandat dari rakyat Indonesia. Saya tidak ingin ada orang lapar di Indonesia," ujar Prabowo, dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden di Jakarta.
Baca Juga: Tragedi Iroquois Theatre di Amerika Serikat, Kebakaran 15 Menit Tewaskan Lebih dari 600 Orang
Menurut Prabowo, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah serta kondisi alam yang subur. Karena itu, ia menilai persoalan kelaparan harus menjadi perhatian serius.
"Indonesia yang subur, Indonesia yang begitu banyak kekayaannya, tidak boleh ada orang yang lapar di bumi Indonesia," katanya.
Prabowo juga menaruh perhatian terhadap persoalan gizi, khususnya pada anak-anak. Ia menekankan bahwa generasi penerus bangsa harus memperoleh asupan yang cukup agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
"Karena itu saya ingin anak-anak Indonesia tidak boleh ada yang kurang gizi. Tidak boleh berangkat sekolah kelaparan," ucapnya.
Baca Juga: Dari Stres ke Penjara: Coba 2 Minggu, Jule Langsung Jadi Berita Narkoba
Ia menjelaskan, kondisi kesehatan dan kecukupan gizi memiliki peran penting dalam menunjang kemampuan masyarakat menjalankan aktivitas serta berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Prabowo menilai seseorang akan kesulitan bekerja secara maksimal apabila kondisi fisiknya lemah atau sedang mengalami sakit.
Selain persoalan kelaparan dan gizi, Prabowo menegaskan pemerintah juga berkomitmen menangani kemiskinan.
Ia menyatakan akan mengerahkan seluruh upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Artikel Terkait
Prabowo Ungkap Strategi KDKMP Bikin Harga Pangan Lebih Terjangkau
Nusron Wahid Disebut Sudah 6 Bulan Mundur dari Kepengurusan DPP Golkar
Ada Petunjuk Aliran Uang, KPK Sita Dokumen dari Rumah Pejabat ATR/BPN
Tetebatu Lombok Masuk Nominasi Desa Wisata Terbaik Dunia
Soal RUU Perampasan Aset, Surya Paloh: Jangan Energi Bangsa Habis untuk Polemik