Baca Juga: Polisi Bongkar Dapur Narkoba di Jakarta Pusat, Barang Mau Dijual Lewat Medsos
Tujuannya untuk lebih mudah memetakan sektor mana yang paling membutuhkan penanganan dari pemerintah.
Misalnya, berdasarkan catatan pemerintah, neraca dagang tekstil bahan baku masih defisit. Sebab, impornya sebesar USD 8,4 miliar, lebih tinggi dibandingkan ekspornya yang hanya USD 3,1 miliar.
Sementara itu, neraca dagang tekstil pakaian tercatat surplus. Ekspornya sebesar USD 8,7 miliar, jauh di atas impor yang sebesar USD 690 juta.
"Nah, tadi ada beberapa catatan terkait dengan hambatan. Yang pertama tentu terkait dengan kemudahan bahan baku untuk masuk. Bapak Presiden tadi meminta kita untuk mereview terkait dengan pertek dan yang lain," jelasnya.
Baca Juga: PWI Pusat Gaspol Transformasi Digital, 38 Portal Daerah Siap Diluncurkan
Kemudian, terkait hambatan di hilir, pemerintah akan mengatasi impor ilegal yang membanjiri pasar dalam negeri.
Prabowo, kata Airlangga, sudah meminta Kementerian Keuangan untuk segera menertibkan hal tersebut.
"Itu tadi juga diminta Pak Dirjen Bea Cukai untuk segera ditertibkan. Karena hal ini sangat mengganggu produsen-produsen garmen di dalam negeri," terangnya.
Di sisi investasi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani menyebutkan akan memberikan arahan kepada perbankan, terutama Himbara, agar memudahkan pelaku usaha TPT mendapatkan pinjaman.
"Agar Bank Himbara dan juga bank nasional lainnya memberikan pinjaman, terutama dalam rangka perbaikan mesin-mesin yang sudah cukup tua. Karena memang kita bicara masalah daya saing atau competitiveness dari produk tekstil garmen kita mungkin yang agak ketinggalan," jelas Rosan.
Tak hanya itu, pemerintah juga berencana memberikan tax holiday dan tax allowance yang selama ini sudah ada kepada jenis investasi baru.
"Nah ini untuk tekstil akan dikonsider untuk diberikan kembali tax holiday. Ya itu salah satunya dan kami di Danantara juga akan menyiapkan satu daerah khusus untuk integrasi dari hulu ke hilir agar lebih efisien dengan menggunakan teknologi yang baik dan benar untuk membuat produk-produk kita juga mempunyai daya saing yang lebih baik," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Bukan Cuma Ngatur Jalan, Bang! Begini Panjangnya Sejarah Lalu Lintas Bhayangkara
OTT di Hotel, Dua PPPK Banyuasin Diduga Minta Fee dari Dana Revitalisasi
Selain Pasang Laut, Gelombang hingga 3 Meter Mengintai Perairan Bali
Bikin Gampang Warga, ETLE Satu Atap Diaktifkan di Samsat Polda Metro Jaya
Ulah Iseng Taruh Batu di Rel Kereta, Ancaman Penjara Sampai 15 Tahun!