Jumat, 30 Oktober 2026

Asap Karhutla Bisa Perburuk Asma Anak, IDAI Berikan Panduan Perlindungan di Rumah

Photo Author
Glowor, Beritaidn.com
- Sabtu, 26 September 2026 | 17:33 WIB
Asap Karhutla Bisa Perburuk Asma Anak, IDAI Berikan Panduan Perlindungan di Rumah (ilustrasi/Beritaonline.co)
Asap Karhutla Bisa Perburuk Asma Anak, IDAI Berikan Panduan Perlindungan di Rumah (ilustrasi/Beritaonline.co)

 

 
 
Beritaonline.co - Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat memberikan dampak terhadap kesehatan pernapasan anak.
 
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta orang tua meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, Dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp Respi(K), mengatakan dampak asap karhutla terhadap kesehatan pernapasan anak tidak boleh dianggap remeh.

Kandungan partikel halus dan gas berbahaya dalam asap dapat masuk ke sistem pernapasan.

Baca Juga: Sabu, Ekstasi hingga 173 Cartridge Etomidate Disita Polisi, Satu Tersangka Diamankan

Asap karhutla mengandung partikel PM2.5 dan PM10. Partikel PM2.5 memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga dapat menembus hingga saluran pernapasan bagian bawah dan bahkan masuk ke aliran darah.

Asap juga mengandung karbon monoksida yang dihasilkan dari pembakaran biomassa.

Dampak paparan asap perlu mendapat perhatian lebih pada anak berusia di bawah lima tahun.

Berdasarkan meta-analisis yang disampaikan IDAI, setiap kenaikan 10 µg/m3 PM2.5 akibat kebakaran hutan berasosiasi dengan peningkatan sekitar enam persen rawat inap karena asma dan tujuh persen kunjungan IGD terkait asma.

Baca Juga: Singapura Kehilangan Pemain, Indonesia Manfaatkan Penalti untuk Menang 2-0

Paparan asap juga dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

Pada anak yang telah memiliki penyakit tertentu, kondisi tersebut dapat memperburuk gangguan kesehatan yang sudah ada.

Wahyuni menyebut anak dengan asma, bronkiektasis, dan penyakit paru kronik lainnya berisiko mengalami eksaserbasi akut akibat paparan asap.

Anak dengan penyakit jantung bawaan atau riwayat displasia bronkopulmonal juga termasuk kelompok yang perlu mendapatkan pemantauan lebih ketat.

Baca Juga: Guruh Soekarnoputra Wafat, Keluarga dan PDI Perjuangan Sampaikan Penghormatan Terakhir

Ketua Pengurus Pusat IDAI, DR Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K), mengingatkan orang tua agar tidak menunda membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala yang mengkhawatirkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Glowor

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X