Beritaonline.co - Kabar duka datang dari keluarga Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno.
Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra Bin Soekarno atau Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu pukul 04.16 WIB dalam usia 73 tahun.
Guruh mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospital Semanggi, Jakarta.
Informasi mengenai wafatnya Guruh disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto melalui pesan yang diterima pada Sabtu.
Baca Juga: Tulungagung Jadi Lokasi Uji Coba Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi, KRIS, dan iDRG
Hasto menyampaikan doa bagi almarhum sekaligus meminta masyarakat memberikan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan Guruh selama hidupnya.
Jenazah Guruh kemudian akan disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26.
Hasto juga mengajak seluruh pihak mendoakan Guruh agar meninggal dalam keadaan husnul khatimah, amal ibadahnya diterima Allah SWT, segala dosanya diampuni, dan ditempatkan di tempat terbaik.
Bagi PDI Perjuangan, Guruh merupakan sosok yang memiliki kedekatan dengan perjalanan partai. Hasto menyebut Guruh sebagai seniman besar, sosok Marhaenis, sekaligus pejuang partai.
Baca Juga: Sekolah Diberi Ruang Menilai Layanan MBG, BGN Perkuat Sistem Pengawasan
Atas kepergiannya, keluarga besar PDI Perjuangan menyampaikan kehilangan dan memberikan penghormatan terakhir.
Dalam suasana berkabung tersebut, DPP PDI Perjuangan menginstruksikan seluruh jajaran partai, mulai dari tingkat pusat hingga anak ranting, untuk mengibarkan bendera PDI Perjuangan setengah tiang selama tujuh hari.
Guruh Soekarnoputra dikenal sebagai tokoh yang aktif di dua bidang, yakni seni dan politik. Ia pernah menjadi anggota DPR RI periode 1992-1997.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Sertifikasi Halal Wajib Berlaku, UMK Didorong Jangan Takut Ribet
GBK Jadi Pusat Perhatian, Macet Mengintai: Yang Kagak Nonton, Cari Jalan Alternatif!
DPR Minta Kalapas Cibinong Diperiksa Terkait Temuan Kamar Mirip Apartemen
Sekolah Diberi Ruang Menilai Layanan MBG, BGN Perkuat Sistem Pengawasan
Tulungagung Jadi Lokasi Uji Coba Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi, KRIS, dan iDRG