Kalau rakyat sedang panik karena bencana, prajurit tidak bisa ikut-ikutan panik. Harus tetap sigap, karena masyarakat membutuhkan pertolongan secepat mungkin.
Prabowo juga memberikan penghormatan kepada prajurit yang tetap masuk ke wilayah bencana meski situasinya masih berbahaya.
Menurutnya, ada prajurit yang mempertaruhkan keselamatan saat menjalankan misi kemanusiaan.
Mereka membantu evakuasi, membuka akses jalan yang terputus, mendirikan jembatan, hingga membawa makanan dan obat-obatan ke wilayah terpencil.
“Saudara datang ketika jalan terputus. Saudara masuk ketika keadaan masih berbahaya,” ujar Prabowo.
Bagi Prabowo, tindakan tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian TNI kepada rakyat bukan hanya slogan yang enak dipasang di spanduk.
Ketika kondisi sulit datang, justru saat itulah pengabdian tersebut benar-benar diuji.
Prabowo menilai kondisi darurat menjadi momen ketika masyarakat bisa melihat secara langsung siapa yang benar-benar hadir membantu.
“Di saat-saat sulit seperti itulah rakyat melihat siapa yang benar-benar hadir bersama mereka,” katanya.
Karena itu, ia meminta TNI mempertahankan kedekatannya dengan rakyat.
Prabowo kemudian menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh prajurit atas pengabdian yang telah diberikan kepada bangsa dan masyarakat.
“Saya menyampaikan terima kasih saya, penghormatan saya kepada kalian. Terus menjadi tentara rakyat. Tentara yang kuat adalah tentara yang dekat dengan rakyat,” tutup Prabowo.
Pesannya jelas: TNI boleh kuat, boleh gagah, boleh punya alutsista canggih, tetapi jangan sampai jauh dari rakyat. Sebab, sejak awal TNI lahir dari rakyat dan untuk kepentingan rakyat.***
Artikel Terkait
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka, Jaringan Teror Diduga Main Lintas Provinsi
Dapur MBG Belum Aktif, Agus Sulistriyono Ingatkan Pengusaha Soal Risiko Investasi
HUT ke-81 TNI Digelar Hari Ini, Prabowo Jadi Inspektur Upacara di Cilangkap
HUT ke-81 TNI: 3.378 Personel Turun, Enam Kodam Baru Diresmikan
Klaster Mewah di Lapas Cibinong Terbongkar, Kalapas Nonaktif Kena Sanksi Berat