Baca Juga: KPK Ungkap Dugaan Gratifikasi Rp11,4 Miliar, Bupati Bolmut Jadi Tersangka
Masyarakat yang kebetulan bekerja, bersekolah, bepergian, atau punya aktivitas lain di sekitar lokasi aksi juga menjadi perhatian aparat.
“Kepada saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi, kami memberikan ruang dan pelayanan agar dapat menyampaikan pendapat dengan aman dan tertib. Kepada masyarakat lainnya, kami juga memastikan aktivitas, mobilitas, pekerjaan, pendidikan, dan kegiatan sosial tetap dapat berjalan,” kata Isir.
Ia juga mengimbau para peserta aksi agar tetap menjaga ketertiban dan mengikuti aturan yang berlaku. Kepentingan masyarakat lain juga diminta untuk tetap dihormati.
Menurut Isir, perbedaan pendapat merupakan hal yang biasa dalam kehidupan demokrasi. Yang penting, perbedaan tersebut jangan sampai berubah menjadi persoalan yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
Baca Juga: Duit Rp106,3 M Disita, KPK Dalemin Dugaan Aliran ke Menteri ATR/BPN
“Demokrasi akan tumbuh dengan baik ketika ruang perbedaan dapat dikelola dengan saling menghormati. Karena itu, mari kita jaga bersama suasana yang aman, damai, dan tertib,” ujarnya.
Polri juga mengingatkan masyarakat supaya jangan gampang percaya sama informasi yang belum jelas kebenarannya. Informasi yang belum terverifikasi dikhawatirkan malah bikin suasana di lapangan makin panas.
Setiap perkembangan situasi, kata Isir, terus menjadi perhatian jajaran kepolisian. Langkah pelayanan dan pengamanan bakal disesuaikan dengan kondisi yang terjadi di lapangan.
“Mari kita bersama-sama menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan memastikan penyampaian aspirasi maupun aktivitas masyarakat lainnya dapat berjalan secara aman, damai, tertib, dan nyaman,” katanya.
Dalam aksi peringatan Hari Tani Nasional, sejumlah aliansi masyarakat menggelar penyampaian aspirasi di beberapa lokasi.
Baca Juga: KPK Dalami Proyek Pemkab Bekasi yang Diduga Diarahkan Anggota Polri
Di antaranya kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, serta depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Selatan.
Buat mendukung seluruh rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 26.386 personel gabungan dari Polri, TNI, Pemprov DKI Jakarta, serta Pamdal Gedung MPR/DPR RI disiapkan.
Dengan jumlah personel yang cukup besar tersebut, pengamanan diharapkan bisa tetap berjalan terukur.