nasional

Tulungagung Jadi Lokasi Uji Coba Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi, KRIS, dan iDRG

Jumat, 25 September 2026 | 20:07 WIB
Tulungagung Jadi Lokasi Uji Coba Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi, KRIS, dan iDRG (ilustrasi/Beritaonline.co)

Beritaonline.co - BPJS Kesehatan mendukung pelaksanaan uji coba sistem rujukan berbasis kompetensi, Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), dan skema pembayaran Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Uji coba tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Deputi Direksi Bidang Manajemen Mutu dan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Arief Syaefuddin mengatakan pihaknya berkomitmen mengawal pelaksanaan uji coba bersama pemerintah dan fasilitas kesehatan.

BPJS Kesehatan juga berperan dalam memastikan koordinasi antarfasilitas kesehatan berjalan selama proses penerapan sistem baru tersebut.

Baca Juga: Sekolah Diberi Ruang Menilai Layanan MBG, BGN Perkuat Sistem Pengawasan

Menurut Arief, keberhasilan uji coba membutuhkan kesiapan berbagai pihak, khususnya fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam menentukan arah rujukan pasien agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan medis serta kemampuan pelayanan rumah sakit yang dituju.

Tulungagung merupakan satu dari empat daerah yang ditetapkan sebagai lokasi uji coba. Tiga daerah lainnya adalah Kota Bandung, Kota Makassar, dan Kabupaten Muara Enim.

Sebelum pelaksanaan, Kementerian Kesehatan bersama BPJS Kesehatan melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah fasilitas kesehatan di Tulungagung.

Baca Juga: Urusan Izin Bangunan Berujung Hukum, Bupati Gowa Ditetapkan Tersangka

Fasilitas yang ditinjau meliputi RS Putra Waspada, RSUD dr. Iskak Tulungagung, Poliklinik Kesehatan 05.09.09 Tulungagung, serta Puskesmas Kauman.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, sistem pendukung, serta alur pelayanan yang akan digunakan dalam penerapan rujukan berbasis kemampuan pelayanan, KRIS, dan iDRG.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Azhar Jaya mengatakan Tulungagung dinilai siap menjalankan uji coba berdasarkan hasil simulasi dan evaluasi di lapangan.

Salah satu hasil simulasi menunjukkan tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama mampu melakukan input sistem rujukan dalam waktu 2 menit 47 detik.

Halaman:

Tags

Terkini