Beritaidn.com - Urusan penyadapan ternyata bukan cuma cerita film spionase yang penuh agen rahasia, alat canggih, dan komunikasi sembunyi-sembunyi.
Kali ini, kabar dugaan penyadapan justru membuat suasana pemerintahan ikut panas. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto disebut sangat prihatin setelah mengetahui adanya upaya penyadapan terhadap dirinya.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Prabowo merasa sangat prihatin dengan persoalan tersebut.
Apalagi, dugaan upaya penyadapan itu disebut melibatkan institusi yang berada di bawah Presiden.
Baca Juga: Panasnya Bukan Main! 13 Hektare Lahan Sulawesi Dilalap Api
Kalau biasanya Presiden sibuk memikirkan urusan negara, kini muncul persoalan yang membuat tanda tanya semakin banyak.
Bagaimana mungkin seorang Kepala Negara justru menghadapi dugaan penyadapan dari institusi yang berada dalam lingkup pemerintahannya sendiri?
"Tadi kan sudah kami sampaikan, ya. Beliau sangat, sangat prihatin," kata Prasetyo kepada wartawan.
Menurut Prasetyo, persoalan ini bukan perkara sepele. Sebab, jika benar terjadi, tindakan tersebut bisa menjadi masalah serius bagi kepentingan negara dan tata kelola pemerintahan.
Baca Juga: Niat Dukung Maung Bandung, Perjalanan Bobotoh ke Stadion Malah Berakhir Duka!
Ia pun menyebut Presiden sangat mengkhawatirkan kejadian tersebut.
Prabowo, lanjut Prasetyo, sudah memberikan arahan kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto agar kasus tersebut ditangani secara profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pesannya cukup jelas: proses hukum harus berjalan objektif, transparan, dan tidak boleh ada informasi yang sengaja disembunyikan.
"Ya, seobjektif mungkin tanpa ada yang ditutup-tutupi," ujar Prasetyo.
Dengan kata lain, perkara ini jangan sampai menjadi drama saling lempar tanggung jawab. Siapa pun yang terlibat harus diperiksa berdasarkan bukti dan aturan hukum, bukan berdasarkan jabatan atau kedekatan.