Ketersediaan makanan sehat di sekolah dinilai dapat menjadi salah satu motivasi bagi anak untuk datang dan mengikuti kegiatan pembelajaran.
Baca Juga: Dirty Work Jadi MV ke-10 aespa yang Raih 100 Juta Views, Ini Daftar Lengkapnya
Selain itu, MBG juga diharapkan dapat mendukung pembentukan karakter siswa.
Kegiatan makan bersama dapat dimanfaatkan untuk membiasakan anak mengantre secara tertib, menjaga kebersihan, berdoa sebelum dan sesudah makan, serta menghargai makanan.
Kemendikdasmen telah menyiapkan berbagai panduan agar pelaksanaan program tersebut dapat menjadi bagian dari proses pendidikan karakter.
Melalui pembiasaan yang dilakukan setiap hari, nilai-nilai positif diharapkan dapat tertanam dalam perilaku peserta didik.
Baca Juga: A2O LITE dan A2O SOUL Tampil Spesial di Music Bank, Koreografi Energik Curi Perhatian
Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemendikdasmen terhadap pelaksanaan MBG di sekolah.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan sejumlah fasilitas pendukung yang dibutuhkan dalam kegiatan makan bergizi.
Salah satunya adalah pembangunan wastafel untuk membantu siswa membiasakan perilaku hidup bersih sebelum dan setelah makan.
Selain fasilitas kebersihan, sekolah juga mendapatkan dukungan berupa pengalokasian waktu khusus untuk pelaksanaan MBG.
Baca Juga: Pantai Mawun Lombok, Pesona Pasir Putih dan Laut Biru yang Diapit Perbukitan Hijau
Pengaturan waktu tersebut diperlukan agar kegiatan makan tidak mengganggu proses pembelajaran dan dapat terlaksana dengan baik.
Penguatan edukasi gizi melalui kurikulum pendidikan juga menjadi bagian dari langkah yang didukung Kemendikdasmen.
Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh makanan bergizi, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan yang baik.
Artikel Terkait
Predsiden Prabowo Gratiskan Pendidikan SMA Taruna Nusantara dan Perluas Kampus di Enam Wilayah