Pengalihan dilakukan setelah adanya ancaman bom yang diterima selama penerbangan.
Baca Juga: Layani 45 Ribu Siswa, Pemerintah Targetkan Sekolah Rakyat Hadir di Setiap Kabupaten dan Kota
Jet tempur Prancis kemudian dikerahkan untuk mengawal pesawat tersebut hingga mendarat di pangkalan udara.
Salah seorang penumpang, Nicola Timpone, yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Badan GAL, menceritakan situasi yang dialaminya selama penerbangan.
Ia mengatakan bahwa penumpang awalnya diberitahu pesawat harus mendarat di Prancis karena mengalami masalah teknis.
Baca Juga: KPAI Dorong Sekolah Rakyat Lebih Inklusif bagi Anak Penyandang Disabilitas
Namun, keberadaan jet tempur yang terbang di sisi pesawat mulai menimbulkan kecurigaan di antara penumpang.
Setelah mengetahui adanya ancaman bom, penumpang semakin menyadari bahwa situasi yang mereka hadapi bukanlah gangguan penerbangan biasa.
Ketika tiba di pangkalan udara, pesawat dikelilingi oleh petugas pemadam kebakaran, polisi, serta sejumlah ambulans.
Baca Juga: Menjelajahi Keindahan Bawah Laut Pulau Rubiah, Surga Snorkeling di Sabang
Aparat kemudian mengarahkan pesawat menuju landasan kedua dan meminta seluruh penumpang tetap berada di dalam pesawat sementara pemeriksaan berlangsung.
Gangguan serupa juga dialami penerbangan Wizz Air dengan nomor W4 6387 yang sebelumnya berangkat dari Bandara Malpensa Silvio Berlusconi di Milan menuju Warsawa.
Pesawat tersebut dialihkan ke Wina setelah muncul ancaman bom.
Baca Juga: SM Entertainment Siapkan Comeback Besar pada Awal 2027, Seulgi hingga RIIZE Masuk Daftar
Sementara itu, dua penerbangan lainnya, yakni Aegean dari Thessaloniki dan Ryanair dari Porto, juga menjadi sasaran ancaman ketika tiba di Malpensa.