Jumat, 30 Oktober 2026

Soal RUU Perampasan Aset, Surya Paloh: Jangan Energi Bangsa Habis untuk Polemik

Photo Author
Awok, Beritaidn.com
- Minggu, 20 September 2026 | 11:07 WIB
Soal RUU Perampasan Aset, Surya Paloh: Jangan Energi Bangsa Habis untuk Polemik   (Beritaonline.co - ilustrasi)
Soal RUU Perampasan Aset, Surya Paloh: Jangan Energi Bangsa Habis untuk Polemik (Beritaonline.co - ilustrasi)

Beritaonline.co - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh meminta pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan yang justru menguras energi masyarakat dan pemerintah.

Pesan tersebut disampaikan Paloh saat memberikan keterangan kepada wartawan di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9/2026).

Paloh menilai RUU Perampasan Aset memiliki karakter yang cukup berbeda dibandingkan sejumlah regulasi lainnya.

Menurut dia, pembahasannya mendapat dorongan kuat dari publik dan berbagai pihak yang menginginkan aturan tersebut segera diselesaikan.

Baca Juga: Tetebatu Lombok Masuk Nominasi Desa Wisata Terbaik Dunia

Namun, ia mengingatkan agar dorongan tersebut tetap diikuti pembahasan yang matang. Jangan sampai proses penyusunan aturan justru memunculkan perdebatan tanpa ujung yang tidak memberikan solusi.

"Padahal kalau hanya ini bisa menimbulkan polemik, untuk apa? Hal yang paling kita jaga adalah jangan energi bangsa ini terbuang untuk polemik demi polemik," ujar Paloh.

Meski memberikan catatan, Paloh menegaskan Partai NasDem tidak bermaksud menghambat pembahasan RUU Perampasan Aset.

Menurut dia, apabila masyarakat menilai regulasi tersebut memang dibutuhkan dan mendesak, proses legislasi tetap perlu berjalan.

Baca Juga: Anggaran Belum Cair, Operasional SPPG MBG di Simeulue Terhenti Sementara

Yang terpenting, pembahasannya dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas.

Paloh juga mengajak seluruh pihak tidak terjebak dalam dua pola sikap yang menurutnya sama-sama tidak ideal dalam menyikapi kebijakan publik.

Di satu sisi, kritik diperlukan. Namun, kritik tanpa menawarkan solusi dinilai tidak cukup. Di sisi lain, Paloh juga mengingatkan agar masyarakat maupun pembuat kebijakan tidak sekadar mengambil sikap "Asal Bapak Senang" atau ABS.

"Kita harus bisa save the energy. Jaga stabilitas nasional kita. Salurkan pikiran-pikiran kita, bikin pikiran-pikiran yang kritis, tapi juga solutif," kata Paloh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Awok

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X