“Website ini bukan hanya milik PWI Pusat, tetapi menjadi rumah bersama bagi PWI di seluruh Indonesia. Dengan 38 portal daerah yang terkonsolidasi, kita ingin informasi dan kegiatan PWI dari Aceh sampai Papua dapat terhubung, saling menguatkan, dan mendapatkan ruang publikasi yang lebih luas,” ujar Munir.
Biar enggak cuma jadi pajangan, seluruh PWI daerah diminta mulai mengaktifkan portal masing-masing dan rutin ngisi konten dari sekarang.
Setiap PWI daerah juga diminta nunjuk seorang person in charge (PIC) yang bertanggung jawab ngurus portal.
Masing-masing daerah didorong buat mulai membangun ritme produksi dengan mengunggah berita setiap hari.
Baca Juga: AS Tegaskan Siap Bela Jepang dan Korea Selatan, Termasuk dengan Senjata Nuklir
“Karena itu, saya meminta seluruh PWI daerah mulai mengaktifkan portalnya, menunjuk PIC dan membangun ritme pengisian konten sejak sekarang. Jangan menunggu 1 Oktober. Saat grand launching nanti, seluruh mesin harus sudah hidup dan 38 portal daerah sudah bergerak bersama,” kata Munir.
Konten Daerah Bakal Diperluas
Buat memperkuat sinergi pemberitaan, pengelola portal daerah bisa berkoordinasi langsung dengan tim PWI Pusat.
Dengan begitu, konten-konten penting dari daerah bisa mendapatkan distribusi yang lebih luas melalui jaringan PWI.
Sebaliknya, informasi dari PWI Pusat juga diharapkan bisa disebarin secara efektif sampai ke daerah.
Baca Juga: Bea Cukai Ciduk 30 Kontainer Beras-Garam Ilegal di Tanjung Priok dan Bogor
Munir menegaskan, transformasi digital PWI bukan cuma soal bikin website baru. Yang enggak kalah penting adalah peningkatan kualitas konten dan profesionalisme wartawan.
“Transformasi digital bagi PWI bukan sekadar menghadirkan website. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi ini kita gunakan untuk memperkuat profesionalisme wartawan, memperluas distribusi informasi yang berkualitas, dan membangun kolaborasi antara PWI Pusat dan PWI daerah,” ujarnya.
Konsolidasi 38 portal daerah ini nerusin langkah PWI Pusat dalam memperkuat kanal komunikasi berbasis digital.
Sebelumnya, PWI Pusat juga udah meluncurin PWI Channel, sebuah kanal siniar atau podcast yang ngebahas dunia pers, komunikasi publik, perkembangan teknologi informasi, serta berbagai isu strategis lainnya.
Dalam episode perdananya, PWI Channel menghadirkan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo sebagai narasumber. ***
Artikel Terkait
Kebakaran Gunung Kawi Meluas hingga 1.534 Hektare, Petugas Terus Memantau
Jangan Keburu Percaya, Harga BBM Pertamina 21 September Masih Tetap
Bea Cukai Ciduk 30 Kontainer Beras-Garam Ilegal di Tanjung Priok dan Bogor
Duit Rp100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Diburu Warga, BI Kasih Penjelasan
Duit Bertanda Tangan Purbaya Diburu Warga, BI Tegaskan Tetap Sah