Kepala sekolah dan guru nantinya dapat menggunakan aplikasi untuk memberikan penilaian terhadap pelaksanaan layanan.
Penilaian tersebut dapat mencakup sejumlah aspek yang berkaitan dengan penerimaan makanan di sekolah, seperti ketepatan waktu distribusi serta kelayakan dan kualitas menu.
Baca Juga: Urusan Izin Bangunan Berujung Hukum, Bupati Gowa Ditetapkan Tersangka
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan, keterlibatan sekolah merupakan bagian penting dalam membangun sistem pengawasan yang responsif.
Sekolah memiliki kesempatan untuk menyampaikan kondisi layanan berdasarkan apa yang mereka temukan secara langsung dalam pelaksanaan program.
Aplikasi rating MBG dirancang dengan mekanisme penilaian menggunakan skala bintang satu hingga lima.
Selain memberikan jumlah bintang, pengguna juga dapat menambahkan catatan mengenai aspek layanan yang menjadi perhatian.
Baca Juga: DPR Minta Kalapas Cibinong Diperiksa Terkait Temuan Kamar Mirip Apartemen
Dengan mekanisme tersebut, penilaian tidak hanya menghasilkan angka, tetapi juga dapat disertai informasi mengenai alasan atau kondisi yang melatarbelakangi penilaian.
Masukan tersebut kemudian dapat menjadi bahan bagi BGN untuk melihat layanan yang masih membutuhkan perbaikan.
Keterlibatan sekolah dalam pengawasan juga memberikan tambahan sumber informasi bagi BGN.
Sebab, sekolah merupakan pihak yang berhubungan langsung dengan pelaksanaan distribusi makanan dan peserta didik sebagai penerima manfaat.
Baca Juga: GBK Jadi Pusat Perhatian, Macet Mengintai: Yang Kagak Nonton, Cari Jalan Alternatif!
Selain aplikasi rating, BGN tetap menyediakan jalur pelaporan dan pemantauan bagi sekolah yang menemukan layanan belum sesuai.
Sekolah dapat menggunakan kanal tersebut untuk menyampaikan persoalan yang ditemukan selama pelaksanaan MBG.