Beritaonline.co - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan. Kali ini bukan soal menu makanannya, melainkan soal sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum aktif atau bahkan dihentikan sementara.
Kondisi tersebut membuat sebagian mitra Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluhkan investasi yang sudah dikeluarkan. Bahkan, ada investor yang kini harus berhadapan dengan tagihan pinjaman.
Persoalan itu kemudian dibawa dalam audiensi perwakilan mitra BGN dengan pimpinan DPR.
Namun, CEO Promedia Group sekaligus pengamat kebijakan publik Agus Sulistriyono justru memberikan sentilan.
Baca Juga: Diteror Pinjol Bikin Kepala Ngebul? Simpan Bukti, Jangan Panik
Menurutnya, menjadi pengusaha bukan cuma soal menghitung berapa uang yang masuk, tetapi juga siap menghitung risiko kalau bisnis tidak berjalan sesuai rencana.
“Jangan jadi pengusaha kalau mau untungnya saja, lalu mengadu ke sana ke mari ketika rugi. Bisnis bukan hanya soal menerima laba, tetapi juga keberanian menanggung risiko,” kata Agus.
Bahasa sederhananya, kalau sudah masuk dunia bisnis, jangan cuma siap menerima transferan. Harus siap juga menerima kenyataan kalau rencana tidak selalu berjalan mulus.
Agus menilai persoalan dapur MBG yang belum aktif harus dibongkar sampai ke akar-akarnya.
Baca Juga: Densus 88 Tangkap 11 Tersangka, Jaringan Teror Diduga Main Lintas Provinsi
Menurut dia, perlu ditelusuri siapa yang menjanjikan dapur akan beroperasi, siapa yang menerima pembayaran, serta apakah seluruh proses tersebut memiliki perjanjian resmi.
“Kalau percaya broker yang menjual janji dapur pasti jalan, periksa brokernya. Kalau uang disetor ke yayasan, buka aliran uangnya,” ujarnya.
Menurut Agus, jangan sampai pihak yang menerima uang justru hilang dari radar pembahasan, sementara pemerintah menjadi sasaran seluruh kemarahan.
Sebab, kalau ada pihak yang menawarkan kepastian aktivasi tetapi ternyata tidak memiliki kewenangan, persoalannya jangan langsung diarahkan seluruhnya kepada pemerintah.