Beritaidn.com - Punya cita-cita memakai seragam loreng dan mengabdikan diri kepada bangsa dan negara? Ada kabar menarik bagi generasi muda yang ingin menjadi prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD).
Menyambut penerimaan prajurit tahun 2027, TNI AD mulai menggencarkan sosialisasi untuk menjaring calon-calon prajurit potensial.
Komandan Kodim (Dandim) 0706/Temanggung, Letkol Inf Richie Fadly, menginstruksikan seluruh jajaran komando kewilayahan agar lebih aktif mengenalkan kesempatan menjadi prajurit TNI AD kepada masyarakat.
Baca Juga: Ubed Bidik Hasil Maksimal di Korea Open 2026, Meski Kondisi Fisik Belum Pulih
Caranya bukan sekadar memasang pengumuman lalu menunggu calon pendaftar datang. TNI AD menggerakkan program bertajuk “Cari, Ajak dan Dampingi”.
Melalui gerakan tersebut, para Bintara Pembina Desa (Babinsa) diminta turun langsung ke wilayah binaan untuk mencari generasi muda potensial, mengajak mereka mengenal dunia militer, sekaligus mendampingi dalam mendapatkan informasi mengenai proses seleksi.
Dilansir dari keterangan Penkorem 072/Pamungkas, Senin (2/11/2026), Fadly menilai Babinsa memiliki peran penting sebagai penghubung antara TNI dan masyarakat.
Mereka diharapkan bisa memberikan informasi penerimaan prajurit secara langsung, jelas, dan benar.
Baca Juga: Empat Kali Curi Motor, Mail Masih Ngeyel! Polisi Kembali Kasih Tiket ke Penjara
Menurutnya, kesempatan menjadi prajurit TNI AD terbuka melalui jalur Perwira, Bintara, maupun Tamtama.
Karena itu, generasi muda yang memiliki semangat pengabdian diharapkan tidak ragu mencari informasi resmi.
“Saya tekankan kepada seluruh Babinsa agar melaksanakan kampanye rekrutmen TNI AD, baik jalur Perwira, Bintara maupun Tamtama. Cari potensi anak-anak muda di wilayah masing-masing, ajak mereka untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, serta dampingi dengan memberikan informasi yang benar,” kata Fadly.
Namun, ada satu pesan penting yang tidak boleh dianggap angin lalu. Fadly secara tegas mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur rayuan oknum yang menjanjikan kelulusan melalui jalur khusus dengan meminta sejumlah uang.
Sebab, masuk TNI AD tidak dipungut biaya alias gratis!
Artinya, kalau ada orang datang menawarkan jaminan lolos seleksi dengan iming-iming uang puluhan juta rupiah, masyarakat diminta jangan langsung percaya.