Sementara itu, anggota DPR Jason Crow menuduh Pentagon menutupi kematian personel militer dan kontraktor AS.
Ia menyatakan akan mengajukan rancangan undang-undang bersama anggota Demokrat lainnya untuk mencegah manipulasi data korban.
Namun, tuduhan tersebut merupakan pernyataan politik dari anggota Kongres dan belum menjadi kesimpulan resmi mengenai penyebab perbedaan angka dalam data korban.
Pentagon belum memberikan tanggapan kepada sejumlah media mengenai perbedaan jumlah korban tersebut.
Namun, Hegseth mengecam laporan The Washington Post yang mengungkap dugaan ketidaksesuaian data.
Hegseth menyebut laporan tersebut sebagai “menjijikkan dan palsu” serta menuding The Washington Post lebih buruk dibandingkan media pemerintah Iran.
Di sisi lain, informasi mengenai 22 hingga 23 personel yang meninggal berasal dari pejabat AS yang mengetahui data internal dan berbicara dengan syarat anonim.
Hingga kini, identitas seluruh personel yang disebut belum masuk dalam DCAS serta rincian penyebab kematian mereka belum dipublikasikan secara lengkap.***
Artikel Terkait
Hujan Deras Berhari-hari, 55 Ribu Warga Hainan Dievakuasi
Drone Dicegat Dekat Mekkah, OKI Kecam Dugaan Serangan Houthi
AS Setujui Penjualan 48 Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi Senilai Rp431 Triliun