Baca Juga: Tawuran di Makassar Berakhir Tragis, Polisi Cari CCTV dan Periksa Saksi
Pemerintah Rusia Dikasih Waktu 10 Hari
Belom selesai sampai di situ.
Pemerintah Rusia diberi waktu 10 hari untuk menentukan kode produk yang masuk dalam pembatasan tersebut.
Selain itu, pemerintah juga harus menyetujui aturan mengenai pemrosesan data secara otomatis dari sistem informasi negara.
Jadi, dalam waktu dekat bakal ada aturan teknis yang menjelaskan lebih detail produk mana saja yang terkena pembatasan.
Kenapa Rusia Melakukan Ini?
Baca Juga: QRIS Makin Ngegas! 44,86 Juta Merchant Sudah Terhubung Ekonomi Digital
Rusia memang sudah lama memperketat akses terhadap sejumlah data energi setelah menghadapi berbagai sanksi Barat.
Menurut Reuters, pembatasan terbaru memperluas informasi yang tidak lagi mudah tersedia, terutama terkait pengolahan minyak, ekspor, harga, pembeli, penjual, serta jalur pengiriman.
Dengan informasi yang lebih sedikit tersedia secara publik, pihak luar bakal lebih sulit memetakan secara rinci bagaimana minyak dan produk energi Rusia bergerak dari kilang menuju pembeli.
Bahasa sederhananya: kalau sebelumnya peta perjalanannya kelihatan, sekarang lampunya diredupkan.
Bukan berarti perdagangan minyak Rusia berhenti. Yang berubah terutama adalah akses terhadap informasi mengenai perdagangan tersebut.
Publik Tinggal Lihat Efeknya
Aturan baru ini tentu bakal menjadi perhatian para pelaku pasar energi, pemerintah negara lain, analis, hingga perusahaan yang berkaitan dengan perdagangan minyak.
Artikel Terkait
Tragedi Iroquois Theatre di Amerika Serikat, Kebakaran 15 Menit Tewaskan Lebih dari 600 Orang
AS Warning Warganya: Jangan ke Iran, yang Masih di Sana Diminta Segera Pergi
AS Tegaskan Siap Bela Jepang dan Korea Selatan, Termasuk dengan Senjata Nuklir
Somalia Lagi Krisis Pangan, 5,4 Juta Warga Diprediksi Kelaparan
Iran Peringatkan Konflik AS-Israel Bisa Meluas, Samudera Hindia Ikut Disebut