Beritaonline.co - Presiden Rusia Vladimir Putin bikin aturan baru yang bikin informasi soal minyak dan produk energi Rusia jadi makin susah diintip publik.
Pada Senin (28/9/2026), Putin menandatangani dekrit yang memperketat akses dan penyebaran informasi mengenai industri energi Rusia.
Langkah ini disebut berkaitan dengan upaya Rusia menghadapi sanksi Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya.
Jadi kalau biasanya orang bisa mencari tahu minyak Rusia dijual ke siapa, harganya berapa, lewat jalur mana, dan dikirim ke mana, sekarang informasinya tidak lagi sebebas sebelumnya.
Baca Juga: Iming-iming Jadi Petugas Damkar Berujung Kerugian Rp70 Juta, Polisi Turun Tangan
Singkatnya, data minyak Rusia sekarang dibuat lebih “nggak gampang kepo-in”.
Informasi Apa Saja yang Ditutup?
Dekrit tersebut memasukkan informasi mengenai volume pengolahan minyak dan hasil produksi kilang Rusia ke dalam kategori informasi yang aksesnya dibatasi.
Bukan cuma itu.
Baca Juga: Sambo Diperiksa soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Tapi Belom Tentu Penghuninya
Informasi mengenai nama, jumlah, dan harga produk energi yang diekspor juga ikut dibatasi.
Termasuk identitas penjual, pembeli, perantara, mekanisme pembayaran, waktu pengiriman, alat transportasi, rute, terminal, hingga fasilitas penyimpanan.
Bahkan informasi mengenai koordinat geografis tempat penyimpanan juga masuk dalam pembatasan.
Jadi bukan cuma, “Minyaknya berapa barel?”