Baca Juga: Sudah Ada Sidak ke Dapur MBG, Kenapa Dugaan Keracunan Masih Terjadi?
Tapi sampai pertanyaan “Dikirim lewat mana, naik kendaraan apa, berhenti di terminal mana?” juga ikut diperketat.
Kalau datanya sudah sebanyak itu, rasa-rasanya yang mau kepo mesti bawa buku catatan tebal.
Yang bikin aturan ini makin signifikan, informasi yang masuk kategori terbatas tersebut juga tidak boleh disebarluaskan melalui media massa maupun internet.
Perusahaan yang bersangkutan tetap dapat mengungkapkan informasi mengenai kegiatan mereka sendiri.
Baca Juga: MagangHub 2026 Tahap 3 Dibuka, Kemnaker Dorong Perusahaan Sediakan Pengalaman Kerja Relevan
Selain itu, akses bisa diberikan apabila mendapatkan persetujuan dari pemilik data. Instansi pemerintah juga tetap dapat mengakses informasi sesuai kewenangan hukum masing-masing.
Jadi bukan berarti semua data minyak Rusia tiba-tiba masuk brankas dan kuncinya dilempar ke laut.
Tetap ada pihak-pihak tertentu yang bisa mengaksesnya sesuai aturan.
Bukan Cuma Minyak, Data Perdagangan Juga Ikut Dibatasi
Baca Juga: Abdul Mu'ti Tekankan PPG Bukan Sekadar Sertifikasi, Guru Harus Mampu Menginspirasi
Dekrit Putin juga membatasi penyebaran statistik pabean agregat serta informasi mengenai rencana volume penjualan produk minyak dan energi.
Artinya, bukan cuma aktivitas produksi dan ekspor yang diperketat, tetapi sejumlah data perdagangan juga ikut masuk daftar informasi terbatas.
Tujuannya, menurut pemerintah Rusia, berkaitan dengan respons terhadap apa yang disebut Moskow sebagai tindakan “tidak bersahabat” dari Amerika Serikat dan negara-negara serta organisasi internasional yang bergabung dengannya.
Reuters melaporkan langkah tersebut dipandang dapat menyulitkan negara-negara Barat dalam menelusuri arus perdagangan energi Rusia dan menegakkan sanksi.