Beritaonline.co - Buat para pejuang dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), siap-siap nih. Badan Gizi Nasional (BGN) bakal bikin pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) makin ketat. Salah satunya lewat CCTV yang nantinya terhubung langsung ke kantor pusat.
Jadi, bukan cuma bikin makanan bergizi lalu selesai. Aktivitas di dapur juga bakal ikut dipantau.
Kepala BGN Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar meminta seluruh CCTV SPPG bisa terkoneksi ke pusat agar pengawasan berjalan lebih maksimal.
Mas Dar bahkan ingin teknologi kecerdasan buatan alias AI ikut turun tangan. Jadi kalau ada aktivitas yang dianggap melanggar standar kebersihan, kamera bisa membantu mendeteksinya.
Baca Juga: Resep Risol Mayo Sosis, Renyah di Luar dan Creamy di Dalam
Misalnya ada yang motong kubis di lantai tanpa sarung tangan. Kalau dulu mungkin cuma lewat begitu saja, ke depan bisa jadi kamera yang bilang, “Bang, itu SOP-nya jangan dilupain.”
“Jangan pasrah bongkokan saja pada tim dapur, harus tetap diawasi,” kata Sudaryono saat meresmikan SPPG di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) secara serentak di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, mitra SPPG tetap harus ikut mengawasi operasional dapur. Termasuk memastikan proses memasak berjalan sesuai ketentuan dan makanan yang diberikan benar-benar aman serta tepat sasaran.
Dengan sistem CCTV yang terkoneksi ke pusat, pengawasan diharapkan nggak cuma mengandalkan laporan setelah kejadian. BGN ingin bisa melihat kondisi dapur secara lebih langsung.
Baca Juga: Resep Sosis Solo Rumahan, Camilan Gurih yang Bikin Susah Berhenti Ngemil
Selain soal CCTV, Sudaryono juga menegaskan bahwa pembukaan SPPG dilakukan secara terpusat berdasarkan sistem dan data yang dimiliki BGN.
Artinya, kalau ada pihak yang tiba-tiba datang menawarkan jasa “bisa bantu buka dapur MBG” dengan tarif tertentu, masyarakat diminta jangan langsung percaya.
“Pembukaan dapur ini diinisiasi langsung oleh BGN pusat, tidak ada calonya,” tegas Sudaryono.
Kalau ada yang mengaku sebagai calo atau meminta uang dengan alasan bisa membantu proses pembukaan SPPG, BGN meminta masyarakat melaporkannya kepada pihak berwenang.