Beritaonline.co - Generasi Z dan Generasi Alpha tumbuh di zaman ketika informasi tinggal buka ponsel, ketik beberapa kata, lalu berbagai cerita langsung bermunculan.
Tapi, di tengah derasnya informasi tersebut, muncul pertanyaan penting, seberapa penting generasi muda mengetahui sejarah kelam bangsa, termasuk peristiwa G30S dan kekerasan politik 1965–1966?
Jawabannya tentu bukan sekadar untuk menghafal tanggal, nama tokoh, atau urutan peristiwa seperti sedang menghadapi ujian sekolah.
Lebih dari itu, memahami sejarah diperlukan agar generasi muda tidak kehilangan konteks tentang apa yang pernah terjadi di Indonesia.
Baca Juga: Belum Kelar Diusut, Bangunan Mewah Lapas Cibinong Malah Dihancurkan
Apalagi, sejarah G30S dan peristiwa kekerasan yang terjadi setelahnya masih menjadi bagian dari pembahasan sejarah Indonesia dengan berbagai sumber, perspektif, dan kajian.
Karena itu, generasi muda perlu mendapatkan informasi yang cukup dan beragam agar tidak hanya mengenal sejarah dari satu potongan cerita.
Buat Gen Z, belajar sejarah sebenarnya tidak harus selalu identik dengan buku tebal dan suasana kelas yang bikin mata lima watt.
Sejarah bisa dipelajari dari buku, film, museum, arsip, kesaksian, penelitian akademik, hingga berbagai sumber digital.
Baca Juga: Kena Blokir ETLE? Jangan Panik, Sekarang Bisa Urus Langsung di Samsat
Namun, satu hal penting jangan asal percaya setiap informasi yang lewat di media sosial.
Sebab algoritma media sosial kadang punya hobi sendiri. Hari ini kita mencari sejarah Indonesia, besok bisa muncul video yang seolah-olah paling tahu seluruh isi sejarah bangsa.
Padahal, sejarah bukan sekadar potongan video berdurasi satu menit.
Informasi sejarah perlu dilihat konteksnya, dibandingkan dengan sumber lain, kemudian dipahami secara kritis.
Artikel Terkait
Polwan Bukan Tiba-Tiba Ada, Sejarahnya Dimulai dari Enam Perempuan
Dulu Perempuan Dianggap Cukup di Belakang, Kini Kowad Bisa Panggul Senjata
Bulog Jelaskan Perbedaan Beras Premium untuk MBG dan Beras Fortifikasi
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Tembus Rp8,3 Juta, Mulai Kerja 1 Oktober 2026
Dapat Lokasi Tugas Jauh, Calon Manajer Kopdes Merah Putih Ada yang Pilih Mundur