Baca Juga: Zaman Makin Canggih, Tawuran Diduga Dimobilisasi Lewat Instagram, 3 Pelajar Diperiksa Polisi
Di tengah perkembangan zaman, film, museum, monumen, arsip, serta nama-nama tokoh sejarah yang digunakan sebagai nama jalan dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga ingatan sejarah.
Namun, berbagai medium tersebut sebaiknya menjadi pintu masuk untuk belajar lebih jauh, bukan satu-satunya sumber.
Generasi muda tetap perlu mencari informasi tambahan agar mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai suatu peristiwa.
Setelah era Orde Baru berakhir, pembahasan mengenai G30S dan sejarah 1965–1966 juga berkembang dengan munculnya penelitian dan perspektif yang lebih beragam.
Baca Juga: Praperadilan Silmy Karim Masuk Tahap Putusan, 15 Surat KPK Digugat
Perubahan tersebut bukan alasan untuk menghapus sejarah dari ingatan. Justru menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mempelajarinya secara lebih kritis.
Yang tidak kalah penting, mempelajari sejarah kelam bukan berarti mewariskan dendam.
Generasi sekarang tidak hidup pada situasi politik Indonesia tahun 1960-an. Karena itu, pembelajaran sejarah seharusnya diarahkan untuk memahami peristiwa, menghargai korban, melihat dampaknya terhadap masyarakat, serta mencegah kekerasan serupa terjadi kembali.
Tidak ada gunanya generasi hari ini saling bermusuhan hanya karena peristiwa yang terjadi puluhan tahun lalu.
Baca Juga: Sudah Ada Sidak ke Dapur MBG, Kenapa Dugaan Keracunan Masih Terjadi?
Yang perlu diwariskan bukan kebencian, tetapi pengetahuan dan kewaspadaan.
Pada akhirnya, sejarah bukan sekadar tulisan yang tersimpan di buku kemudian selesai setelah ujian.
Sejarah hidup melalui ingatan, dokumen, cerita keluarga, penelitian, museum, dan berbagai bentuk peninggalan lainnya.
Karena itu, Gen Z dan Gen Alpha perlu mengetahui sejarah bangsa, termasuk sisi-sisi kelamnya.
Artikel Terkait
Polwan Bukan Tiba-Tiba Ada, Sejarahnya Dimulai dari Enam Perempuan
Dulu Perempuan Dianggap Cukup di Belakang, Kini Kowad Bisa Panggul Senjata
Bulog Jelaskan Perbedaan Beras Premium untuk MBG dan Beras Fortifikasi
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Tembus Rp8,3 Juta, Mulai Kerja 1 Oktober 2026
Dapat Lokasi Tugas Jauh, Calon Manajer Kopdes Merah Putih Ada yang Pilih Mundur