Beritaonline.co - Kalau sekarang melihat polisi wanita atau Polwan berdiri tegap dengan seragam lengkap, rasanya sudah menjadi pemandangan yang biasa.
Tapi tahukah kamu? Perjalanan perempuan untuk bisa masuk dan berkiprah di dunia kepolisian ternyata punya cerita panjang.
Tonggak sejarah lahirnya Polwan terjadi pada 1 September 1948 di Bukittinggi, Sumatera Barat.
Dari kota inilah perjalanan perempuan Indonesia dalam dunia kepolisian mulai terbuka.
Baca Juga: Dolar Muncul di Sidang Kuota Haji, Saksi Ungkap Cerita di Balik Uang
Dulu, menjadi polisi bukan perkara “daftar, ikut tes, lalu tunggu pengumuman”. Perempuan bahkan belum mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pendidikan kepolisian.
Bisa dibilang, pintunya masih tertutup rapat.
Namun situasi berubah ketika kondisi Indonesia sedang tidak baik-baik saja.
Pada masa itu, Indonesia sedang menghadapi situasi konflik, termasuk Agresi Militer Belanda II.
Baca Juga: Prabowo Datang Takziah, Obrolan dengan Megawati Ikut Bahas Bangsa
Salah satu persoalan yang muncul adalah pemeriksaan terhadap para pengungsi perempuan.
Polisi laki-laki mengalami keterbatasan ketika harus melakukan pemeriksaan fisik terhadap perempuan.
Nah, dari sinilah organisasi-organisasi perempuan di Bukittinggi melihat adanya kebutuhan terhadap polisi perempuan.
Mereka kemudian mengusulkan agar perempuan diberikan kesempatan mengikuti pendidikan kepolisian.
Artikel Terkait
Korban Dugaan Keracunan Makanan di Batang Ditangani, Gibran Minta Investigasi Tuntas
52 Juta Peserta Tidak Aktif, BPJS Kesehatan Dorong Peningkatan Pembayaran Iuran
172 Peserta PPDS Unair Alami Mual dan Muntah, Sampel Makanan Diperiksa
Sambo Diperiksa soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Tapi Belom Tentu Penghuninya
Prabowo Datang Takziah, Obrolan dengan Megawati Ikut Bahas Bangsa