Perjalanan keenam calon inspektur polisi wanita itu ternyata tidak mulus. Pendidikan mereka di Bukittinggi terpaksa terhenti pada 19 Desember 1948 akibat Agresi Militer Belanda II.
Baca Juga: Tawuran di Makassar Berakhir Tragis, Polisi Cari CCTV dan Periksa Saksi
Kalau zaman sekarang sekolah berhenti mungkin karena libur atau renovasi. Saat itu, situasinya jauh lebih serius karena Indonesia sedang menghadapi agresi militer.
Namun perjuangan mereka tidak berhenti.
Setelah Indonesia mendapatkan pengakuan kedaulatan, pendidikan keenam calon inspektur polisi wanita tersebut dilanjutkan pada 19 Juli 1950 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Sukabumi.
Di SPN Sukabumi, mereka tidak cuma belajar soal kedisiplinan dan kemampuan kepolisian.
Baca Juga: 52 Juta Peserta Tidak Aktif, BPJS Kesehatan Dorong Peningkatan Pembayaran Iuran
Berbagai pengetahuan juga dipelajari, mulai dari ilmu kemasyarakatan, pendidikan, ilmu jiwa, pedagogi, sosiologi, psikologi hingga keterampilan bela diri.
Jadi, paket pendidikannya cukup lengkap.
Bukan hanya harus kuat secara fisik, mereka juga dituntut memahami kondisi masyarakat dan persoalan sosial yang dihadapi dalam menjalankan tugas.
Setelah menjalani pendidikan, perjuangan mereka akhirnya membuahkan hasil.
Pada 1 Mei 1951, keenam calon inspektur polisi wanita tersebut berhasil menyelesaikan pendidikan dan kemudian mulai bertugas di Djawatan Kepolisian Negara serta Komisariat Polisi Jakarta Raya.
Baca Juga: 172 Peserta PPDS Unair Alami Mual dan Muntah, Sampel Makanan Diperiksa
Enam perempuan tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang Polwan di Indonesia.
Seiring berjalannya waktu, jumlah dan peran polisi wanita terus berkembang.
Artikel Terkait
Korban Dugaan Keracunan Makanan di Batang Ditangani, Gibran Minta Investigasi Tuntas
52 Juta Peserta Tidak Aktif, BPJS Kesehatan Dorong Peningkatan Pembayaran Iuran
172 Peserta PPDS Unair Alami Mual dan Muntah, Sampel Makanan Diperiksa
Sambo Diperiksa soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Tapi Belom Tentu Penghuninya
Prabowo Datang Takziah, Obrolan dengan Megawati Ikut Bahas Bangsa