Baca Juga: Sambo Diperiksa soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Tapi Belom Tentu Penghuninya
Bukan untuk mencari musuh baru. Bukan pula untuk membuka luka demi memperpanjang dendam.
Melainkan agar generasi berikutnya memahami bahwa konflik, kekerasan, dan pembantaian membawa konsekuensi panjang bagi manusia.
Sejarah sejatinya bukan teks yang diam. Ia hidup dalam ingatan.
Dan seperti yang sering terjadi dalam perjalanan manusia, sejarah bisa saja muncul kembali dengan “baju” yang berbeda.
Karena itu, jangan sampai generasi muda cuma jago mengingat tren yang viral hari ini, tetapi lupa dengan pelajaran penting dari masa lalu.
Sebab bangsa yang belajar dari sejarah punya kesempatan lebih besar untuk tidak mengulang kesalahan yang sama. (Glo)
Artikel Terkait
Polwan Bukan Tiba-Tiba Ada, Sejarahnya Dimulai dari Enam Perempuan
Dulu Perempuan Dianggap Cukup di Belakang, Kini Kowad Bisa Panggul Senjata
Bulog Jelaskan Perbedaan Beras Premium untuk MBG dan Beras Fortifikasi
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Tembus Rp8,3 Juta, Mulai Kerja 1 Oktober 2026
Dapat Lokasi Tugas Jauh, Calon Manajer Kopdes Merah Putih Ada yang Pilih Mundur