Beritaonline.co - Perum Bulog menjelaskan bahwa beras premium dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Beras yang disiapkan dalam skema tersebut merupakan Beras Kita Premium, yang disebut berbeda dari produk beras fortifikasi.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penggunaan beras premium dalam MBG dilakukan sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Pernyataan tersebut disampaikan Rizal seusai mengikuti rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa.
Baca Juga: Dulu Perempuan Dianggap Cukup di Belakang, Kini Kowad Bisa Panggul Senjata
“Beras premium itu bisa untuk dipakai untuk MBG juga,” kata Rizal.
Menurutnya, beras yang digunakan untuk MBG tetap merupakan beras premium. Produk tersebut akan menggunakan identitas Beras Kita Premium pada kemasannya.
“Kalau beras MBG sesuai arahan Pak Mentan maupun Pak Menko, tetap menggunakan beras premium. Packaging-nya seperti ini, jadi Beras Kita Premium,” ujarnya.
Rizal sekaligus menjelaskan bahwa Bulog tidak menggunakan produk tersendiri dengan label beras fortifikasi untuk pasokan MBG dalam skema yang disampaikannya.
Baca Juga: Polwan Bukan Tiba-Tiba Ada, Sejarahnya Dimulai dari Enam Perempuan
Beras Kita Premium merupakan produk komersial Bulog dan tidak menggunakan beras dalam skema pelayanan publik atau public service obligation (PSO).
Meski rencana penggunaan beras premium telah disampaikan, Bulog belum memberikan informasi mengenai jumlah beras yang akan dialokasikan khusus untuk MBG.
Waktu dimulainya penyaluran dan mekanisme distribusi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga belum dirinci.
Adapun identitas Beras Kita telah disepakati pemerintah pada awal September 2026. Identitas tersebut digunakan untuk dua jenis produk, yaitu Beras Kita Medium dan Beras Kita Premium.
Baca Juga: Dolar Muncul di Sidang Kuota Haji, Saksi Ungkap Cerita di Balik Uang
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
172 Peserta PPDS Unair Alami Mual dan Muntah, Sampel Makanan Diperiksa
Sambo Diperiksa soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Tapi Belom Tentu Penghuninya
Prabowo Datang Takziah, Obrolan dengan Megawati Ikut Bahas Bangsa
Polwan Bukan Tiba-Tiba Ada, Sejarahnya Dimulai dari Enam Perempuan
Dulu Perempuan Dianggap Cukup di Belakang, Kini Kowad Bisa Panggul Senjata