Dengan demikian, siapa pun yang terseret dalam perkara tersebut harus diperlakukan berdasarkan fakta dan bukti, bukan karena jabatan, kedekatan, atau siapa yang paling terkenal.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penegakan hukum harus berjalan secara profesional dan transparan. Soliditas institusi penting, tetapi bukan berarti menutup mata terhadap proses hukum.
Sebab, Polri yang kuat bukan hanya terlihat kompak di dalam, tetapi juga mampu menjaga kepercayaan masyarakat di luar.
Jangan sampai masyarakat menunggu pelayanan, sementara internal sibuk mengurus persoalan sendiri. ***