BMKG mencatat intensitas gempa mencapai IV MMI di Kabupaten Sigi.
Baca Juga: Wajah Baru Pantai Ampenan Usai Revitalisasi, Kini Semakin Nyaman untuk Wisata Keluarga
Adapun Kota Palu merasakan guncangan dengan intensitas III MMI.
Pada skala III MMI, getaran terasa nyata di dalam rumah dan dapat menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Getaran tersebut juga dapat dirasakan seperti ada kendaraan berat berupa truk yang sedang melintas.
Baca Juga: Jokowi Ingin Nama Baik Pulih, Bukan Sekadar Viral dan Ramai di Medsos
Sementara itu, intensitas IV MMI di Kabupaten Sigi menunjukkan tingkat guncangan yang lebih kuat dibandingkan wilayah Kota Palu.
Informasi intensitas tersebut diperoleh dari estimasi peta guncangan dan laporan masyarakat.
Meski demikian, hingga laporan disampaikan, BMKG belum menerima informasi mengenai kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
Baca Juga: Orang Tua Harus Melek! Jangan Sampai Anak Kenal Pil Dobel L Sebelum Kenal Masa Depan
Hasil monitoring juga belum menunjukkan adanya kejadian gempa bumi susulan setelah gempa utama.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari informasi pemantauan yang disampaikan kepada masyarakat setelah kejadian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas sesar aktif dapat memicu gempa bumi tanpa harus didahului tanda-tanda yang mudah dikenali oleh masyarakat.
Baca Juga: Waduh, Episode Baru Lagi! Perwira Tinggi Polri Keempat Masuk Daftar Tersangka
Oleh karena itu, pemahaman mengenai potensi gempa dan kesiapsiagaan perlu terus ditingkatkan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan aktivitas tektonik.