Beritaidn.com - Orang tua zaman sekarang punya pekerjaan tambahan: bukan cuma memastikan anak sudah makan, mandi, dan mengerjakan PR, tetapi juga harus tahu dengan siapa mereka bergaul dan ke mana uang jajannya dibelanjakan.
Pasalnya, ancaman penyalahgunaan obat keras jenis pil dobel L semakin mengkhawatirkan.
Harganya yang relatif murah membuat obat berbahaya ini diduga mudah dijangkau, bahkan oleh anak-anak yang uang sakunya masih terbatas.
Bayangkan, uang Rp1.000 yang biasanya cukup untuk membeli jajanan, justru dikhawatirkan digunakan untuk mendapatkan obat keras. Ini jelas bukan diskon yang patut disyukuri!
Baca Juga: Waduh, Episode Baru Lagi! Perwira Tinggi Polri Keempat Masuk Daftar Tersangka
Informasi yang beredar menyebutkan, pil dobel L bisa diperoleh dengan harga sekitar Rp10.000 untuk delapan butir.
Bahkan, ada dugaan penjualan kepada kalangan anak-anak dengan harga Rp1.000 untuk dua butir.
Harga murah bukan berarti risikonya ikut murah. Justru bahayanya bisa sangat mahal, terutama bagi kesehatan dan masa depan anak-anak.
Pil dobel L bukan permen, bukan vitamin, apalagi obat penambah semangat belajar menjelang ujian.
Penyalahgunaan obat ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan, perubahan perilaku, hingga ketergantungan.
Baca Juga: Pucok Krueng Lhoknga, Pesona Kolam Biru Kehijauan di Tengah Tebing Karst Aceh Besar
Peredaran pil dobel L juga disebut-sebut memanfaatkan ramainya warung kopi (warkop) di berbagai wilayah untuk melakukan transaksi.
Padahal, warkop seharusnya menjadi tempat menikmati kopi, ngobrol santai, atau mengerjakan tugas.
Jangan sampai tempat nongkrong justru disalahgunakan menjadi lokasi transaksi obat keras.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi pemilik usaha, masyarakat sekitar, dan aparat penegak hukum.
Artikel Terkait
Empat Kali Curi Motor, Mail Masih Ngeyel! Polisi Kembali Kasih Tiket ke Penjara
Jadi Atasan Bukan Berarti Bebas Bertindak, Dugaan Penganiayaan Prajurit TNI Diusut
Waduh, Istana Diduga Diintip! Mantan Kapolri Ikut Terseret Kasus Sadap
Waduh! SHM Asli Masih di Tangan, Kok Rumah Diduga Sudah Jadi Jaminan KPR di Bank?
Waduh, Episode Baru Lagi! Perwira Tinggi Polri Keempat Masuk Daftar Tersangka