Lebih memprihatinkan lagi, penyalahgunaan pil dobel L disebut telah menyebabkan ketergantungan di kalangan anak-anak dan remaja.
Baca Juga: Menjelajahi Keindahan Bawah Laut Pulau Rubiah, Surga Snorkeling di Sabang
Kalau sudah begini, persoalannya bukan sekadar anak salah memilih teman nongkrong, tetapi sudah menyangkut keselamatan dan masa depan generasi muda.
Orang tua perlu lebih aktif memperhatikan kehidupan anak sehari-hari.
Jangan sampai setiap pulang sekolah pertanyaannya hanya, "Sudah makan belum?" atau "Ada PR tidak?"
Sesekali, orang tua juga perlu bertanya, "Tadi main sama siapa?", "Di mana saja?", dan "Ada sesuatu yang membuat kamu tidak nyaman?"
Bukan berarti anak harus diawasi seperti tahanan setiap saat. Namun, komunikasi yang terbuka sangat penting agar anak tidak merasa sendirian ketika menghadapi masalah.
Baca Juga: Como 1907 Menggila, Hancurkan Lens 9-1 Berkat Hattrick Anastasios Douvikas
Orang tua juga perlu mengenalkan bahaya obat keras sejak dini. Jelaskan dengan bahasa sederhana bahwa obat yang tidak diberikan berdasarkan petunjuk tenaga kesehatan bukan sesuatu yang boleh dicoba-coba.
Jika anak menunjukkan perubahan perilaku yang mengkhawatirkan, jangan langsung menghakimi. Ajak bicara baik-baik dan cari bantuan tenaga kesehatan apabila diperlukan.
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah peredaran obat keras. Jika mengetahui dugaan transaksi, jangan main hakim sendiri.
Laporkan kepada kepolisian atau pihak berwenang agar bisa ditindaklanjuti.
Baca Juga: KPAI Dorong Sekolah Rakyat Lebih Inklusif bagi Anak Penyandang Disabilitas
Sekolah, keluarga, pemilik warkop, dan lingkungan sekitar harus saling bekerja sama.
Sebab, menjaga anak bukan hanya urusan ibu dan bapak di rumah. Ini tanggung jawab bersama.
Artikel Terkait
Empat Kali Curi Motor, Mail Masih Ngeyel! Polisi Kembali Kasih Tiket ke Penjara
Jadi Atasan Bukan Berarti Bebas Bertindak, Dugaan Penganiayaan Prajurit TNI Diusut
Waduh, Istana Diduga Diintip! Mantan Kapolri Ikut Terseret Kasus Sadap
Waduh! SHM Asli Masih di Tangan, Kok Rumah Diduga Sudah Jadi Jaminan KPR di Bank?
Waduh, Episode Baru Lagi! Perwira Tinggi Polri Keempat Masuk Daftar Tersangka