Beritaonline.co - Astaga, bikin darah naik! Ada ulah orang yang nggak tau tanggung jawabnya, sengaja numpuk batu di atas rel kereta api di wilayah Tulungagung, Jawa Timur. Ini beneran nggak main-main, bahayanya bisa nyawa taruhannya!
Kejadiannya hari Minggu, 20 September 2026, di jalur antara Stasiun Sumbergempol sama Stasiun Ngunut.
Yang pertama kali sadar itu masinis KA 302, yaitu KA Barang Parcel Tengah, pas lewat di sekitar kilometer 147+7/9, jam 09.45 WIB. Langsung deh dia lapor ke bawah, petugas buru-buru ke lokasi buat beresin bahayanya.
Gangguan ini langsung bikin perjalanan dua kereta jadi terganggu — KA 302 sama KA Matarmaja (PLB 269B) sempat nggak bisa jalan lancar, takutnya kenapa-napa.
Tohari dari KAI Daop 7 Madiun ngomong dengan kesal:
Baca Juga: Jual Lewat Facebook Marketplace, Tiga Pencuri Raket Padel di Bekasi Tertangkap
"Berdasarkan laporan masinis, batu-batu itu ditaruh di atas relnya sengaja, oleh orang yang nggak dikenal. Ini bukan iseng doang, ini bahaya banget! Bisa bikin kereta anjlok, sampai kecelakaan yang nyawa melayang!"
Rel kereta itu milik negara, buat kepentingan kita semua — warga yang mau pergi, yang bawa barang, semuanya.
Kalau dihalang-halangi atau dirusak, bukan cuma KAI yang rugi, tapi nyawa orang banyak jadi taruhan!
Ini bukan sekadar bikin keributan doang — ini kejahatan berat, diatur di Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 soal Perkeretaapian.
Baca Juga: Bikin Gampang Warga, ETLE Satu Atap Diaktifkan di Samsat Polda Metro Jaya
Pasal 180 melarang keras rusak, ambil, atau bikin rel nggak bisa dipakai. Hukumannya? Pasal 197 ancamannya penjara mulai dari 3 tahun sampai 15 tahun! Nggak main-main tuh!
KAI juga bilang gangguan kayak gini lumayan sering terjadi di daerah mereka. Makanya, mereka minta warga sekalian diajak kerjasama:
Jangan taruh apa-apa di atas rel, nggak peduli alasannya apa
Kalau lihat orang yang gerak-geriknya aneh di sekitar rel, langsung lapor ke petugas di stasiun terdekat.
Atau telepon Contact Center KAI 121, lapor aja biar cepat ditindak
"Keselamatan kereta itu tanggung jawab kita bareng-bareng," kata Tohari. "Kalau kita peduli, kereta bisa jalan aman, penumpang tenang, dan nggak ada yang celaka."