Pencapaian tersebut menjadi perhatian karena belacan habang merupakan salah satu produk yang telah lama dikenal oleh masyarakat Bangka Belitung.
Selain memiliki nilai ekonomi, terasi juga mempunyai nilai budaya karena telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda.
Wakil Bupati Bangka Selatan Debby Vita Dewi mengatakan pencatatan rekor tersebut diharapkan menjadi awal untuk mengembangkan terasi sebagai produk unggulan daerah.
Pemerintah daerah ingin agar produk khas tersebut memiliki pasar yang lebih luas dan mampu bersaing hingga tingkat internasional.
"Ke depan kita tidak hanya membuat terasi untuk rekor MURI, tetapi harus ada potensi lain yang bisa dikembangkan menjadi ikon produk Bangka Selatan," ujar Debby di Toboali, Sabtu.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga dirancang agar memberikan manfaat kepada pelaku usaha lokal.
Seluruh pengrajin terasi di Bangka Selatan dilibatkan dalam kegiatan sehingga mereka dapat ikut merasakan manfaat dari pengembangan produk khas daerah.
Dari kegiatan tersebut, sebanyak 300 kilogram terasi yang dihasilkan langsung dibeli secara tunai oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Produk tersebut selanjutnya akan dipasarkan pada tingkat nasional hingga internasional.
Debby mengatakan pengembangan pasar perlu diikuti dengan peningkatan kualitas pengemasan agar produk terasi Bangka Selatan memiliki daya tarik dan dapat dipasarkan secara lebih luas.
"Produk yang kita buat ini langsung dibeli tunai oleh HIPMI. Tinggal bagaimana kita memperkuat pengemasan dan pemasaran selanjutnya," katanya.