Selain aspek produksi dan pemasaran, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap inklusi keuangan.
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Eko Wijaya mengatakan edukasi tersebut ditujukan terutama kepada para pengrajin terasi yang menjadi bagian dari kegiatan.
OJK bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan mendorong pelaku usaha untuk mengenal akses pembiayaan serta berbagai peralatan produksi yang dapat membantu meningkatkan kapasitas usaha.
Baca Juga: Harvest Moon Hiasi Langit Malam 26 September 2026, Ini Waktu Terbaik untuk Mengamatinya
Dengan demikian, kegiatan pencatatan rekor tidak hanya berfokus pada jumlah produksi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung keberlanjutan usaha masyarakat.
Sementara itu, perwakilan MURI Luthfi mengatakan penetapan rekor dilakukan setelah proses pembuatan terasi diverifikasi.
Verifikasi mencakup kegiatan pembuatan terasi yang dilakukan secara bersama-sama oleh 300 peserta dengan menggunakan 100 lesung.
"MURI resmi mengukuhkan kegiatan ini sebagai rekor pembuatan terasi belacan habang oleh peserta terbanyak di dunia," kata Luthfi.
Baca Juga: Lima Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan Usai Temuan Fasilitas Mewah
Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi sejarah baru karena MURI meyakini belum terdapat pembuatan terasi dengan jumlah peserta sebanyak itu di belahan dunia lainnya.
Keberhasilan tersebut sekaligus memberikan perhatian lebih besar terhadap belacan habang sebagai produk khas Bangka Selatan.
Dengan dukungan pengemasan, pemasaran, akses pembiayaan, dan keterlibatan pelaku usaha lokal, produk yang dihasilkan diharapkan dapat memiliki jangkauan pasar yang semakin luas.***