“Selain itu, di daerah-daerah tengah kota, terutama pada malam hari, yang sering dijadikan arena balap liar,” beber Galih.
Dengan kembali diterapkannya tilang manual, pengendara di Surabaya kini harus lebih disiplin. Jangan merasa aman hanya karena tidak melihat kamera ETLE.
Sebab, di jalan raya sekarang bukan cuma kamera yang bisa memperhatikan. Polisi juga siap turun langsung melakukan penindakan.
Jadi buat yang biasanya berkendara sambil “berlente-lente”, waktunya sedikit lebih tertib.
Ingat, jalan raya bukan tempat adu gaya, apalagi arena balap dadakan. Yang penting sampai tujuan dengan selamat, bukan sampai kantor polisi duluan. (Awo)