nusantara

Mendagri Tito Karnavian Makan Liwet Bareng Sopir Truk Sebelum Antar 500 Ribu Genteng

Minggu, 4 Oktober 2026 | 06:39 WIB
Mendagri Tito Karnavian Makan Liwet Bareng Sopir Truk Sebelum Antar 500 Ribu Genteng (Beritaonline.co - ilustrasi)

Selain itu, penggunaan material tersebut juga disebut dapat memperkuat keamanan bangunan dalam menghadapi ancaman bencana gempa bumi di berbagai daerah.

Baca Juga: Tito Cek Langsung Rumah Penerima BSPS, Biar Bantuan Nggak Nyasar ke Rumah Orang Kaya

Tito juga melihat program tersebut bisa memberikan efek domino bagi para pengrajin genteng, khususnya di Plered yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi genteng.

“Kalau seandainya seluruh Indonesia, di daerah-daerah yang aman menggunakan genteng tanah liat, puluhan juta, maka akan bisa menghidupkan sentra produksi genteng, termasuk di Plered,” kata Tito.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengatakan, sebanyak 500 ribu keping genteng buatan pengrajin Plered akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Untuk mengangkut seluruh genteng tersebut, pemerintah menyiapkan sebanyak 125 armada truk.

Baca Juga: Resep Opor Ayam Kuning yang Gurih dan Kaya Rempah, Cocok untuk Menu Makan Keluarga

“Ya, dan sebelum pelepasan, saat ini mau makan bersama dulu, makan liwet khas Purwakarta, Pak Menteri,” jelas Saepul.

Menu makan bersama pun tidak main-main. Nasi liwet khas Purwakarta disiapkan oleh ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kecamatan Plered.

Lauknya juga komplet, mulai dari selada air, petai, jengkol, sambal, ikan asin, ikan nila, hingga ayam bekakak.

Bisa dibilang, ini bukan sekadar makan sebelum berangkat, tapi juga paket lengkap yang berpotensi bikin nasi nambah tanpa banyak debat.

Setelah acara makan bersama, 500 ribu keping genteng tersebut kemudian siap didistribusikan menggunakan 125 armada truk ke berbagai wilayah Indonesia.

Peluncuran Program Gentengisasi ini turut dihadiri Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, Sekda Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, serta jajaran Forkopimda se-Jawa Barat dan Kabupaten Purwakarta.

Program tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong pemanfaatan produk genteng tanah liat lokal, sekaligus menggerakkan kembali aktivitas sentra produksi genteng di daerah.

Jadi, sebelum gentengnya jalan-jalan keliling Indonesia, para sopirnya sudah dipastikan punya bekal paling penting: perut kenyang, baru gas jalan. ***

Halaman:

Tags

Terkini