Beritaidn.com - Program Sekolah Rakyat terus dikembangkan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Hingga saat ini, program tersebut telah melayani sekitar 45.000 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Pemerintah juga menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat dengan kapasitas sedikitnya 2.000 siswa.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, pengembangan fasilitas pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Baca Juga: KPAI Dorong Sekolah Rakyat Lebih Inklusif bagi Anak Penyandang Disabilitas
Pemerintah ingin memastikan anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.
Menurut Gus Ipul, pembangunan gedung permanen terus dilakukan secara bertahap. Saat ini, sebanyak 100 gedung permanen telah tersedia.
Dari jumlah tersebut, 93 gedung sudah beroperasi, sedangkan tujuh lainnya masih dalam proses pembangunan.
Target pembangunan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan pendidikan hingga ke berbagai daerah.
Baca Juga: Como 1907 Menggila, Hancurkan Lens 9-1 Berkat Hattrick Anastasios Douvikas
Setiap kabupaten dan kota ditargetkan memiliki satu gedung permanen dengan kapasitas minimal 2.000 siswa, mulai dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Di sisi lain, pemerintah juga terus memperhatikan kualitas pengelolaan Sekolah Rakyat agar peningkatan jumlah fasilitas sejalan dengan mutu pelayanan pendidikan.
Salah satu langkah yang dilakukan Kementerian Sosial adalah memperkuat kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam penyelenggaraan program tersebut.
Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menjalankan fungsi edukasi, tetapi juga rehabilitasi dan pemberdayaan.