Berdasarkan observasi dan upaya pemadaman yang dilakukan di lapangan, petugas sudah tidak menemukan nyala api besar maupun asap tebal akibat kebakaran.
Meski begitu, kondisi tersebut bukan berarti penanganan langsung dihentikan. Petugas masih perlu memastikan bara api yang mungkin tersisa tidak kembali memicu kebakaran di kawasan hutan dan lahan.
"Namun demikian masih perlu dilakukan observasi darat dan pendinginan melalui udara atau water bombing," imbuh Sadono.
Di sisi lain, upaya pemadaman dari udara menggunakan metode water bombing sempat terkendala kondisi cuaca.
Baca Juga: MK Tegaskan Pasal 509 KUHP Harus Diterapkan dengan Unsur Kesengajaan
Pada Sabtu, proses water bombing yang dilakukan BPBD Provinsi Jawa Timur hanya bisa berlangsung sebanyak tiga kali karena kondisi mendung.
Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan pelaksanaan water bombing pada Jumat sebelumnya yang mencapai 16 kali.
"Pemadaman udara melalui water bombing oleh BPBD Provinsi Jawa Timur tersebut hanya bisa dilakukan sebanyak tiga kali karena terkendala cuaca mendung," pungkasnya.
Dengan kondisi api yang mulai terkondisikan, pemantauan tetap dilakukan secara berkelanjutan. Petugas gabungan masih harus memastikan kawasan yang terbakar benar-benar aman dan tidak kembali muncul titik api baru.***
Artikel Terkait
Hari Kedelapan, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal
Sekretaris Dinas Perhubungan Sukabumi Ditetapkan Tersangka Pelecehan Tiga Siswi Magang, Bermodus Karaoke di Ruang Kerja
Dari Stres ke Penjara: Coba 2 Minggu, Jule Langsung Jadi Berita Narkoba
Bikin Geger! Polisi Ungkap Motif Pria Tendang Wanita di Food Court Senayan City
Bukan Cuma Diproses Hukum, Polisi Bakal Cek Kondisi Psikologis Pria Penendang Wanita