Baca Juga: Sekolah di Wilayah Kepulauan Jadi Perhatian Kemendikdasmen dalam Pelaksanaan TKA 2026
Isu dukungan militer kepada Israel selama ini menjadi salah satu persoalan yang memicu perdebatan di Kongres maupun di tengah masyarakat Amerika.
Perdebatan tersebut semakin menguat seiring meningkatnya kritik terhadap serangan militer Israel di Jalur Gaza.
Kebijakan bantuan kepada Israel pun menjadi perhatian politik, terutama di kalangan Partai Demokrat.
Menurut laporan Kan, rencana penghentian bantuan militer tersebut diperkirakan memperoleh dukungan luas dari partai tersebut.
Selama ini, dukungan pertahanan Amerika Serikat kepada Israel diatur melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk periode tahun anggaran 2019 hingga 2028.
Kesepakatan yang ditandatangani pada 2016, saat Barack Obama menjabat sebagai presiden, memuat komitmen bantuan keamanan sebesar 3,3 miliar dolar AS setiap tahun.
Selain dana bantuan keamanan tersebut, Washington juga berkomitmen menyediakan tambahan 500 juta dolar AS untuk mendukung program kerja sama pertahanan rudal dengan Israel. Dukungan itu menjadi bagian penting dari hubungan pertahanan kedua negara selama bertahun-tahun.
Meski demikian, hingga kini belum ada kejelasan mengenai komponen anggaran yang akan dihentikan Trump pada akhir tahun ini.
Belum diketahui pula bagaimana perubahan kebijakan tersebut akan memengaruhi berbagai program kerja sama pertahanan yang selama ini berjalan.
Rencana penghentian bantuan itu berpotensi membawa perubahan dalam hubungan militer Amerika Serikat dan Israel.
Di satu sisi, Netanyahu sebelumnya telah menyatakan keinginan untuk mengurangi ketergantungan negaranya terhadap Washington.
Namun, di sisi lain, keputusan Trump tetap mengejutkan pejabat pertahanan Israel yang mengaku belum menerima penjelasan resmi mengenai konsekuensinya.***
Artikel Terkait
Siswa di Prancis Kembali Blokade Sekolah, Aksi Meluas ke Sejumlah Kota
Email Ancaman Bom Gegerkan Italia, Tim Penjinak Bom Periksa Sejumlah Sekolah di Roma
PBB Peringatkan Krisis Kemanusiaan di Taiz Yaman, 250 Ribu Warga Terancam Kehilangan Layanan Kesehatan