Beritaonline.co - Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, kembali meluas.
Meski begitu, kondisi di lapangan mulai terkendali setelah tak lagi ditemukan kobaran api besar maupun kepulan asap tebal.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali meluas.
Meski begitu, kondisi kebakaran belakangan mulai terkondisikan setelah kobaran api besar dan kepulan asap tebal sudah tak lagi terlihat di sejumlah titik.
Baca Juga: Polri Kerahkan 5.641 Personel Amankan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta dan Bandung
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan sekaligus pendataan terhadap wilayah yang terdampak kebakaran.
Dari hasil pemantauan menggunakan sistem pengumpulan koordinat, area yang terbakar diketahui tersebar di dua kawasan, yakni Pos Lapang Merkusi dan Pos Lapang Selorejo.
"Luasan area yang terbakar di Pos Lapang Merkusi kurang lebih 385 hektare, sedangkan di Pos Lapang Selorejo seluas kurang lebih 1.149 hektare. Total luas area yang terbakar kurang lebih 1.534 hektare," ujar Sadono.
Luas lahan yang terdampak tersebut membuat penanganan kebakaran masih perlu dilanjutkan meski kondisi api mulai mereda.
Baca Juga: Struktur TNI AD Diperluas, 5 Kodam Baru Disiapkan di Sejumlah Daerah
BPBD Kabupaten Malang pun menyiapkan monitoring visual untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali membesar.
Sesuai rencana, monitoring visual bakal dilanjutkan pada Minggu, 20 September 2026. Sejumlah personel gabungan akan diterjunkan untuk memantau kondisi kawasan yang terdampak karhutla.
Pemantauan dilakukan dari beberapa titik. Di antaranya melalui Pos Merkusi Precet, Kecamatan Wagir, serta Pos AJU dan pengamatan di wilayah Selorejo, Kecamatan Dau.
Langkah tersebut dilakukan setelah hasil pemantauan pada Sabtu, 19 September 2026, menunjukkan titik api mulai terkondisikan.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Mereda, Kawahnya Malah Munculkan “Telur Ceplok”